Kartu ATM Bercip Diyakini Lebih Aman

Fetry Wuryasti
29/3/2018 21:10
Kartu ATM Bercip Diyakini Lebih Aman
(Ilustrasi)

OTORITAS Jasa Keuangan mengatakan secara periodik petugas pengawas selalu memeriksa sistem bank untuk menjamin transaksi nasabah aman. Yang terjadi pada kasus skimming atau penduplikatan data untuk mendapat akses, dilakukan oknum pelaku melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Pada skimming, pelaku memasang alat skimmer di ATM dengan card slot yang dipasang alat skimmer. Ini yang menyerang ke masing-masing ATM, sedangkan mesin ATM ada ribuan. Maka upaya yang paling efektif adalah mengganti kartu dengan magnetik menjadi kartu cip.

Pelaku umumnya menjebolnya di luar negeri. Pemain di Indonesia, kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana, umumnya dipakai sebagai alat oleh pelaku internasional. Alat penggandaan dipasang terutama pada mesin ATM daerah remote.

"Tidak ada alat anti-skimming. Yang paling efektif yaitu mengganti kartu ATM dari magnetik ke cip karena sampai saat ini belum bisa digandakan. OJK bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk mempercepat penggantian kartu, meski sesuai aturan Bank Indonesia baru wajib 100% di tahun 2022," ujar Heru di Jakarta, Kamis (29/3).

Memang ada kendala pada bank yang menerbitkan banyak kartu. Ini mengingat biaya penggantian kartu sebesar US$1-2 per keping. Sehingga memerlukan waktu untuk persiapan dana. Tapi masih akan lebih baik daripada kejadian berulang dan bank harus memberi penggantian dana kepada nasabah.

"Targetnya akhir 2018 mencapai 30% penggantian dan 50% di 2019," tukas Heru. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya