Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Uber resmi menjual bisnisnya di Asia Tenggara kepada Grab, termasuk di Indonesia. Mitra pengemudi Uber mengaku telah mengetahui proses akuisisi tersebut dan telah mendapat pengumuman melalui aplikasi dan email.
Salah satu mitra pengemudi Uber, Muhammad Williarto, 30, mengaku sangat menyayangkan perusahaan sebesar Uber menjual bisnisnya ke Grab. Meski demikian, ia tidak punya pilihan sehingga tetap akan menjadi pengemudi ojek online sekalipun berganti bendera.
"Sangat tidak pantas aplikator seperti Uber yang pangsa pasarnya begitu besar menjual sahamnya ke Grab. (Tetapi) karena ini adalah pekerjaan saya, saya akan tetap cari uang sebagai ojek online," ujar pria yang biasa disapa Willy tersebut saat berbincang dengan Media Indonesia di kawasan Monas Jakarta, hari ini.
Willy pun mengaku keberatan dengan migrasi tersebut. Sebab hingga saat ini masih banyak permasalahan yang belum diselesaikan oleh Uber, diantaranya terkait asuransi dan tarif.
"Juga masalah withdraw atau pencairan dana kita, janji mereka (Uber) bisa dicairkan selama 1 hari tapi sampai sekarang belum ada kenyataannya untuk pencairan," cetusnya.
Ia ingin sebelum nantinya resmi migrasi ke Grab pada 8 April mendatang, permasalahan-permasalahan tersebut harus bisa diselesaikan oleh Uber.
"Karena masih banyak tunggakan-tunggakan Uber terhadap drivernya," ucapnya.
Tidak hanya itu, dengan akuisisi tersebut maka mitra pengemudi Grab akan membengkak. Willy mengaku khawatir hal itu akan menimbulkan persaingan yang ketat antar mitra pengemudi dan susah mendapatkan order.
"Kita minta jaminan sebagai driver akan tetap dapat order, karena banyaknya jumlah driver yang tergabung di Grab sedangkan pengguna aplikator hanya itu-itu saja," tukasnya.
Mitra pengemudi Uber yang lain, Dedy, 30, menyoroti hal lain. Ia meminta kepada Grab untuk bisa menerima mitra pengemudi yang menyandang disabilitas seperti tuna rungu. Sebab yang ia ketahui banyak mitra pengemudi penyandang disabilitas di Uber, sedangkan Grab tidak menerima pengemudi yang menyandang disabilitas.
"Driver Uber yang disabilitas di Grab diterima tidak?," kata Dedy
Selain itu, lanjut Dedy, ia meminta kejelasan apakah mitra pengemudi Uber yang pernah menjadi driver di Grab namun terkena suspend apakah bisa kembali lagi ke Grab.
"Driver Uber yang pernah di Grab tapi disuspend dengan adanya akuisisi ini diterima lagi tidak? itu jadi permasalahan. Seharusnya diterima karena ini akuisisi," pungkasnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved