Pengusaha Truk Tunggu Tarif Tol Turun

Andhika Prasetyo
24/3/2018 18:50
Pengusaha Truk Tunggu Tarif Tol Turun
(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

KETUA Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan berharap pemerintah benar-benar dapat mengimplementasikan kebijakan penurunan tarif tol bagi seluruh kendaraan pengangkut logistik.

Selama ini, ucap Gemilang, sudah banyak upaya-upaya yang dilakukan pemerintah yang tujuan awalnya ialah untuk memangkas biaya angkutan barang, seperti pembangunan jalan tol, namun pada kenyatannya di lapangan hasilnya tidak berdampak signifikan.

Ia mengaku para sopir truk lebih memilih menggunakan jalan nasional atau provinsi ketimbang jalan bebas hambatan yang tarifnya dinilai sangat mahal.

“Kalau memang ada jalan selain tol, kami pasti lewat situ. Cipali contohnya. Sekali masuk tol itu kami harus bayar Rp152 ribu. Itu untuk golongan IV atau V. Jadi mendingan kami lewat Jalur Pantura,” ujar Gemilang kepada Media Indonesia, Sabtu (24/3).

Namun, jika tidak memiliki alternatif, maka para sopir terpaksa harus melewati jalan tol untuk menuju lokasi tujuan.

“Kalau ke Cilegon, ke Merak, tidak bisa tidak lewat tol. Ke sana sekitar 100 kilometer (km) itu sekitar Rp100 ribu. Pergi pulang sudah Rp200 ribu,” tuturnya.

Angka tersebut, menurutnya, berkontribusi sangat besar bagi total keseluruhan biaya operasional perjalanan truk dari Jakarta menuju Merak hingga kembali lagi ke Jakarta yang mencapai Rp1,8 juta.

“Jadi kalau sekarang benar-benar mau diturunkan, kami senang sekali. Kami harap benar-benar berdampak pada penurunan biaya operasional,” tandasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya