Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN teknologi yang begitu pesat ditandai dengan munculnya GO-JEK sebagai salah satu pelopor transportasi online memberikan dampak sosial ekonomi bagi perekonomian Indonesia.
Dalam hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LED FEB UI), nampak bahwa kehadiran GO-JEK memberikan kontribusi hingga Rp10 triliun per tahun bagi perekonomian Indonesia, atau tepatnya Rp9,9 triliun per tahun.
"GO-JEK berkontribusi Rp8,2 triliun per tahun ke perekonomian Indonesia melalui penghasilan mitra pengemudi, dan Rp1,7 triliun per tahun melalui penghasilan mitra UMKM-nya," ujar peneliti LD FEB UI, Paksi C.K Walandaow dalam paparannya di Jakarta, Kamis (22/3).
Paksi mengatakan, riset tersebut bekerjasama dengan GO-JEK dan dilakukan dalam kurun Oktober 2017 hingga Desember 2017. Penelitian itu dilakukan di 9 wilayah yakni Jabodetabek, Bandung, Bali, Balikpapan, Yogyakarta, Makassar, Medan, Palembang, dan Surabaya.
"Kami melibatkan lebih dari 7.500 responden yang terdiri dari 3.315 mitra pengemudi roda dua, 3.465 konsumen, dan 806 mitra UMKM," tukasnya.
Paksi menambahkan, kehadiran GO-JEK memberikan dampak pengurangan tekanan pengangguran dan memperluas kesempatan kerja. Hal itu terlihat dari mitra pengemudi yang sebesar 75% merupakan lulusan SMA dan 77% berusia produktif dari usia 20-39 tahun.
Pendapatan mitra pengemudi, kata Paksi, juga meningkat hingga 44% dari sebelum bergabung dengan GO-JEK.
"GO-JEK bisa jadi buffer dan alternatif untuk memperluas kesempatan kerja, baik untuk mendapat tambahan penghasilan atau menjadi pekerjaan utama. Menariknya 15% mitra pengemudi merupakan lulusan perguruan tinggi," tukasnya.
Bagi UMKM, lanjut Paksi, GO-JEK memberikan kesempatan UMKM untuk memperluas pasar dengan go online. Hasilnya sebanyak 70% UMKM akhirnya bisa go online karena GO-JEK dan sebanyak 82% mengalami peningkatan volume transaksi.
"Sedangkan bagi konsumen yang 77% berusia 20-39 tahun merasa terbantu dengan adanya GO-JEK dengan presentase di atas 96% baik dari segi dengan kepuasan, kenyamanan, dan keamanan," pungkas Paksi. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved