Indonesia Matangkan Persiapan IMF-WB Annual Meetings

Tesa Oktiana Surbakti
12/3/2018 16:48
Indonesia Matangkan Persiapan IMF-WB Annual Meetings
(MI/AGUNG WIBOWO)

PEMERINTAH memastikan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meetings 2018 di Bali pada Oktober mendatang. Perhelatan yang dihadiri lebih dari 15.000 delegasi dari 189 negara akan mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global, berikut rekomendasi kebijakan ke depan.

"Persiapan kita kejar terus dan selalu "on the track". Pembahasan berikutnya di The Spring Meetings, di mana topik-topik yang dibahas dalam pertemuan akan disolidkan," ujar Sekretaris Kelompok Kerja IMF-WB Annual Meetings dari Kementerian Keuangan Adi Budiarso dalam FGD yang diadakan Media Group, hari ini.

Adi menekankan pada Juli-Agustus setidaknya tahap persiapan sudah mendekati 100 persen. Lebih lanjut dia mengungkapkan Pemerintah Indonesia berupaya memenuhi seluruh poin perjanjian yang sudah disepakati dalam rapat (High Level Meeting) dengan Meetings Team Secretariat (MTS) IMF-WB Group.

Salah satu persiapan menyangkut antisipasi bencana alam seperti gempa, erupsi gunung berapi dan tsunami. Tidak hanya rencana evakuasi, melainkan juga akses transportasi apabila bandara udara terpaksa ditutup.

"Pemerintah mengupayakan seluruh "appointments" yang ada, yang sudah disepakati MTF IMF-WB Annual Meetings 2018. Kita selalu bekerja sama untuk memenuhi apa yang diharapkan supaya Annual Meetings ini lebih siap," imbuhnya.

Sejumlah topik yang diangkat dalam pertemuan tingkat global tersebut, seperti geliat pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, arus urbanisasi hingga ekonomi digital.

Sejumlah topik yang menjadi substansi pertemuan nantinya akan melalui tahap simulasi terlebih dahulu. Panitia IMF-WB Annual Meetings 2018 dikatakannya tidak menutup diri atas masukan isu yang layak dibahas dari berbagai lembaga maupun lapisan masyarakat.

Di samping topik utama yang dibahas dalam agenda resmi, juga akan dilaksanakan serangkaian pertemuan yang membahas isu di luar sektor ekonomi dan keuangan. Misalnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, perubahan iklim hingga isu kesehatan. Diperkirakan terdapat 2.000 pertemuan yang berlangsung simultan selama penyelenggaran IMF-WB Annual Meetings 2018.

"Selama ini seluruh topik sudah dibahas sebelumnya, juga dilakukan simulasi sebelum pertemuan berlangsung. Kita memiliki beberapa "channel" untuk bisa menyampaikan kepada "global practicioner" atau perwakilan IMF-WB yang menampung masukan-masukan sekaligus mengemas substansi," jelas Adi.

Sebelumnya, pemerintah telah membuat program "Voyage To Indonesia (VTI)" sebagai rangkaian kegiatan menuju IMF-WB Annual Meetings 2018. Program yang dimulai sejak 2016 lalu bertujuan untuk mempromosikan penyelenggaraan, pencapaian Indonesia dalam reformasi serta birokrasi, maupun potensi Indonesia mencakup sektor industri, pariwisata, perdagangan dan budaya.

"Memang sebelumnya ada VTI (Voyage To Indonesia), yang merupakan seminar dan "workshop" diskusi untuk mengetahui apa saja yang menjadi "concern". Sehingga "capacity building" kita lebih baik," tutur dia. Rangkaian pertemuan lMF-WB AM 2018 dikatakannya memiliki dampak strategis bagi Indonesia. Selain menjadi pusat perhatian dunia, Indonesia juga memiliki keistimewaan untuk mengangkat isu kepentingan nasional dalam agenda pertemuan tahunan. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya