Indonesia Masih Tertinggal Dalam Sistem Logistik

Fetry Wuryasti
12/3/2018 12:09
Indonesia Masih Tertinggal Dalam Sistem Logistik
(ANTARA/Didik Suhartono)

STAF Ahli Bidang Logistik Kementerian Koordinator Bidang Ellen Setiadi Indinesia masih jauh tertinggal dalam sistem perkembangan logistik terutama yang berasal dari transaksi e-conmerce. Hal ini karena infrastruktur yang masih belum optimal terbangun.

Padahal perkembangan e-commerce sangat pesat seiring teknologi. Pengguna internet di Indonesia mencapai 132 juta orang dan sebanyak 92 juta orang telah menggunakan smartphone.

"Transaksi e-commerce di Indonesia pun tercatat sebesar US $ 5,6 miliar atau setara Rp75 triliun. Namun ketimpangan terjadi, terbukti sebagian besar pengguna e-commerce masih di pulau Jawa sebesar 70,91%," ujarnya pada MoU Capacity Building on E-Commerce Logistic dengan Singapore Cooperation Enterprise, di Jakarta, hari ini.

Pembangunan pilar logistik di Indonesia , dia akui masih lambat. Alasannya ada tiga tantangan, pertama biaya logistik yang masih mahal dan kedua kapasitas jasa logistik dimana barang yang diperjual belikan masih terbatas pada sektor pakaian jadi dan barang-barang pakai yang tahan lama.

"Harus dicari cara biar komoditi perikanan, pertanian, makanan, minuman yang bukan dari industri besar bisa terlibat. Agar hasil pertaniam desa pun bisa masuk perdagangan online," ujarnya.

Ketiga, pelayanan logistik e-commerce. Bagian ini, kata Ellen, merupakan yang paling berat tantangannya. Hal ini terkait infrastruktur IT seperti jaringan Palapa ring dan infra transportasi, terutama di daerah terpencil, terluar, dan terdepan Indonesia.

"E-commrece kalau logistiknya tidak dipacu, akan mengakibatkan kesenjangan makin besar. Sedangkan perkembangan dunia terus berlari. Kami menunjuk PT pos untuk mewujudkan itu. Sebab mereka punya unit di tempat terpencil Indonesia."

Dengan logistik yang dikembangkan, UMKM yang selama ini sulit pun bisa masuk dunia perdagangan online.

"Catatan yang saya sektor UMKM hanya 2-8% yang masuk e-commerce. Maka tanpa infrastruktur logistik yang diperbaiki , akan sangat sulit menekan permasalahan yang ada selama ini," tukas Ellen. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya