Produktivitas Pekerja Indonesia Tumbuh 3,1% Per Tahun

Antara
06/3/2018 21:48
Produktivitas Pekerja Indonesia Tumbuh 3,1% Per Tahun
(ANTARA)

PRODUKTIVITAS pekerja di Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan rata-rata 3,1% per tahun selama 25 tahun dan pada 2017 mencapai US$24,6 ribu per pekerja.

"Produktivitas tenaga kerja Indonesia harus ditingkatkan secara terus menerus, agar kita menjadi bangsa yang maju dan menang dalam persaingan era Industri 4.0," kata Sesditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kementerian Ketenagakerjaan, Kunjung Masehat, saat membuka Conference and Workshop on Innovation Development di Jakarta, Selasa (6/3).

Data dari Asian Productivity Organization (APO) mencatat pada 2015 produktivitas per pekerja Indonesia mencapai US$24,3 ribu atau dua
kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan produktivitas pada 1990 atau berarti selama 25 tahun produktivitas Indonesia tumbuh 3,1% per tahun.

Sementara itu, berdasarkan data The Conference Board dalam Total Economy Database mencatat produktivitas per pekerja Indonesia pada 2017 telah menembus US$24,6 ribu.

Sementara itu, Kunjung mengatakan percepatan peningkatan produktivitas perlu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan dari
negara-negara lain.

"Selain kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan perbaikan manajemen, inovasi merupakan salah satu faktor paling penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing bangsa," katanya.

Saat ini, produktivitas per pekerja Indonesia berada pada urutan ke-11 dari 20 negara anggota APO. Sedangkan di tingkat ASEAN, produktivitas per pekerja Indonesia berada pada urutan ke-4.

Dari sisi daya saing, Indonesia berada pada posisi ke-36 di antara 137 negara. Adapun di tingkat ASEAN, Indonesia berada pada posisi ke-4 di antara sembilan negara ASEAN yang tercatat dalam The Global Competitiveness Report 2017-2018.

Kunjung mengajak seluruh elemen bangsa turut serta dalam mengembangkan inovasi untuk mendorong peningkatan produktivitas nasional.

"Menjadi yang terbaik adalah penting, tetapi menjadi lebih baik dari sebelumnya, itu jauh lebih penting. Terus menerus memperbaiki, berinovasi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, itu lah hakikat produktivitas," ujarnya.

Conference and Workshop on Innovation Development yang berlangsung selama dua hari pada 6-7 Maret itu merupakan hasil kerja sama Ditjen Binalattas Kemenaker dengan APO dan Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia.

Ajang tersebut mendatangkan dua narasumber yaitu pejabat tinggi dari Kantor Kementerian Iptek Thailand, Akkharawit Kanjana-opas, PhD dan mantan Direktur Pusat Ekonomi Kreatif dan Inovasi Gyeonggi (GCCEI) dari Korea, David Sehyeon Baek. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya