Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengajak Indonesia dan negara-negara di kawasan ASEAN untuk menciptakan model pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan guna mengatasi persoalan kesenjangan.
"Yang harus dilakukan ialah mengubah lanskap ekonomi dengan meningkatkan kese-jahteraan ekonomi dan sosial yang lebih besar. Ini dapat dicapai apabila negara bisa mengurangi ketidaksetaraan hingga menutup kesenjangan gender," kata Lagarde di Jakarta, kemarin.
Langkah menutup kesenjangan gender tersebut di pasar tenaga kerja selama ini ternyata dapat meningkatkan PDB sebesar 9% di Jepang, 10% di Korea, dan 27% di India.
Penelitian IMF terbaru menunjukkan bahwa ketika manfaat pertumbuhan berdampak lebih luas, pertumbuhan akan lebih kuat, tahan lama, dan tahan cobaan. Penurunan koefisien Gini (Gini ratio) sebesar 5 poin juga bisa meningkatkan pertumbuhan GDP sebesar 4% selama lebih dari lima tahun.
"Prioritas utama ialah berinvestasi pada orang. Di kebanyakan negara ASEAN, ada ruang untuk meningkatkan belanja pendidikan. Pikirkan Indonesia Pintar, sebuah program tabungan yang akan membantu lebih dari 20 juta anak yang terdaftar di sekolah," tambahnya.
Ada juga ruang untuk meningkatkan proporsi perempuan di tempat kerja, misalnya dengan menyediakan perawatan anak dan mempromosikan akses perempuan terhadap keuangan.
"Di Indonesia, partisipasi perempuan di pasar tenaga kerja meningkat dalam bebe-rapa tahun terakhir menjadi 51%. Membangun momentum ini akan sangat penting untuk menutup kesenjangan gender," terang Lagarde.
Kebijakan khusus
Menurut Lagarde, Indonesia dan ASEAN telah berhasil menciptakan kelas menengah yang dinamis dan membuka pintu menuju standar kehidupan yang lebih tinggi bagi jutaan orang. Dengan menghasilkan pertumbuhan yang kuat selama dua dekade terakhir, ASEAN juga menjadi pendorong ekonomi global.
Sebagian besar negara ASEAN saat ini juga sudah berada pada posisi yang relatif kuat karena telah menggunakan kebijakan khusus untuk membantu mengurangi ke-timpangan pendapatan selama tiga dekade terakhir.
Thailand, misalnya, memperkenalkan cakupan kesehatan universal pada 2001. Filipina meluncurkan transfer tunai bersyarat pada 2008 dan Indonesia telah memperbaiki cara memberikan bantuan kepada kelompok berpenghasilan rendah, termasuk melalui penggunaan kartu elektronik.
"Negara dengan populasi muda dan berkembang, seperti Indonesia dan Malaysia, dapat memanfaatkan kesempatan pertumbuhan ekonomi untuk menuai 'dividen demografis' dengan menciptakan lebih banyak pekerjaan dengan kualitas lebih tinggi," ungkap Lagarde.
IMF memperkirakan pertumbuhan global akan berlanjut hingga 3,9% di 2018 dan 2019. Di Indonesia, pertumbuhan diproyeksikan mencapai 5,3% pada 2018.
Namun, selama dua dekade terakhir, tingkat kemiskinan telah menurun hampir 40% dan harapan hidup meningkat lebih dari 6%, serta jumlah orang dengan sekolah tersier telah meningkat sebesar 250%. "Prestasi ini mewakili tren positif di negara-negara ASEAN," tukas Lagarde. (Ant/X-11)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved