Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LESUNYA ekonomi nasional cukup berpengaruh terhadap kinerja sejumlah koperasi, salah satunya Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kodanua.
Hal itu terungkap saat KSP yang terbesar di Jakarta dan salah satu dari 100 koperasi terbesar di Indonesia ini menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-40.
"Yang akan menjadi perhatian kita ke depan adalah perubahan pola konsumsi dan perkembangan teknologi informasi (TI) di semua sektor. Selain itu, tahun ini hingga 2019 merupakan tahun politik yang sedikit banyak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan KSP Kodanua," ujar Ketua KSP Kodanua Soepriyono di Jakarta, Minggu (18/2).
Sebagai gambaran dari kinerja kurang menggembirakan itu terlihat dari penyaluran pinjaman yang secara tahunan (year on year) turun 7,5%, Jumlah pinjaman yang pada 2015 sebesar Rp254,4 miliar menjadi Rp240,3 miliar pada 2016, dan turun lagi jadi Rp218,8 miliar pada 2017.
Namun dari sisi aset, kinerja boleh dibilang lumayan, rerata tumbuh 2,5%. Kinerja aset yang relatif stabil ini tampaknya ditopang oleh kinerja positif dari 22 kantor cabang yang tersebar di empat provinsi.
RAT, jelas Soepriyono, bagi koperasi merupakan amanat UU No.25/1992 tentang Perkoperasian yang akan membahas evaluasi kerja 2017 dan merancang program 2018.
Embrio KSP Kodanua yang dibentuk pada 1972 oleh para guru di Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat ini, terus berbenah menghadapi perubahan yang ada. Saat ini, KSP Kodanua yang didirikan pada 5 Maret 1977 dan memiliki jumlah anggota sebanyak 5.000 orang itu, menunjukkan kondisi cukup baik.
Hal itu bisa dilihat dengan peningkatan jumlah aset koperasi dari Rp142,62 miliar (2015) menjadi Rp151,95 miliar (2016). Dari sisi lain, volume pinjaman juga naik 0,2% dari Rp86,2 miliar menjadi Rp86,4 miliar. Sedangkan jumlah modal sendiri koperasi menjadi Rp73,09 miliar, dari tahun sebelumnya Rp71,15 miliar.
Soepriyono berharap, dalam RAT kali ini yang akan memilih pengurus dan pengawas koperasi yang baru, mampu melahirkan kader-kader yang kompeten. "Perubahan zaman harus dijadikan sebagai unsur positif untuk kemajuan KSP Kodanua. Terlebih lagi, KSP Kodanua sudah masuk jajaran 100 koperasi besar di Indonesia," tandasnya.
Hal tersebut sesuai pesan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram saat membuka RAT KSP Kodanua, yang mengatakan koperasi diharapkan mampu mengantisipasi dan mengatasi perubahan zaman yang begitu cepat.
"Koperasi bisa menjadi besar jika mampu menggunakan teknologi yang aplikatif sesuai dengan perkembangan zaman," tandasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved