Bulog Harus Fokus Stabilkan Harga Beras di Pasaran

02/2/2018 20:59
Bulog Harus Fokus Stabilkan Harga Beras di Pasaran
(ANTARA)

BADAN Urusan Logistik (Bulog) harus fokus dalam tugasnya menstabilkan harga beras di pasaran.

"Menurut saya, Bulog harus dikembalikan seperti zaman dulu yang tugasnya benar-benar menjadi stabilisator harga," kata anggota DPR RI Juliari P Batubara di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/2).

Legislator dari Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM, investasi, dan BUMN itu menilai Bulog harus benar-benar melakukan stabilisasi tersebut.

Ari, sapaan untuk anggota Fraksi PDIP itu, tengah melakukan kunjungan kerja dan meninjau pasar murah di Kecamatan Semarang Barat. Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan PKK Kota Semarang, dan Juliari
menyelenggarakan pasar murah di dua titik, yakni Kecamatan Semarang Barat dan Tembalang.

Ia menjelaskan setidaknya ada beberapa langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk mengantipasi fluktuasi harga kebutuhan pokok masyarakat, termasuk beras yang sempat terjadi di berbagai daerah.

"Pertama dari data beras. Sumber datanya kan banyak nih, ada yang bilang surplus, defisit, dan segala macam. Ada data dari Kementerian Pertanian dan data dari Badan Pusat Statistik (BPS)," tuturnya.

Artinya, kata Wakil Bendahara Umum DPP PDIP itu, harus ditentukan siapa sumber data satu-satunya yang bisa digunakan untuk memantau data produksi plus cadangan kebutuhan pokok, termasuk beras.

Kedua, diakuinya, terjadi penurunan produksi padi di berbagai daerah yang memengaruhi stok beras akibat anomali cuaca. Sehingga perlu diterapkan penggunaan teknologi dalam pertanian.

"Saya pernah bilang mengenai perlunya ditingkatkannya penggunaan teknologi pertanian, sehingga merosotnya produksi yang diakibatkan anomali cuaca dan sebagainya bisa diminimalisasi secara masif," ujarnya seperti dilansir Antara.

Ari menyebutkan langkah ketiga adalah pembenahan sistem tata niaga beras yang berkaitan erat dengan peran Bulog sebagai stabilisator harga, dan tidak perlu terlibat dalam kegiatan komersil.

"Sekarang ini kan Bulog menjual beras juga untuk komersial. Di satu sisi, memang tidak bisa disalahkan karena Bulog merupakan BUMN," lanjutnya.

Akan tetapi, ia sangat mendukung jika fungsi Bulog dikembalikan seperti dulu yang benar-benar sebagai penyimpan stok atau cadangan beras nasional. Sehingga perannya sebagai stabilisator beras berjalan efektif.

"Jadi, benar-benar hanya sebagai cadangan. Boleh saja Bulog menjual produknya, tetapi hanya untuk kondisi tertentu," imbuhnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya