Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN harga beras akibat pasokan yang tersendat menjadi pemicu utama perge-rakan inflasi pada Januari 2018 yang tercatat sebesar 0,62%.
"Beras menjadi penyumbang terbesar inflasi Januari dengan kontribusi inflasi 0,24%," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.
Berdasarkan data BPS, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan ialah Rp10.350 per kilogram atau naik sebesar 4,96% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Harga beras medium juga mengalami kenaikan cukup tinggi dengan rata-rata harga di penggilingan sebesar Rp10.177 per kilogram, atau naik 6,83%.
Rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan juga naik 5,20% menjadi Rp9.793 per kilogram.
Suhariyanto mengatakan kenaikan harga beras tersebut terjadi pada awal Januari 2018. Namun, harga beras cenderung turun pada akhir bulan. Hal itu disebabkan mulai terjadi panen di beberapa wilayah dan adanya kebijakan impor beras.
Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid mengungkapkan persediaan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) hingga saat ini masih sangat minim.
Dalam beberapa hari terakhir, rata-rata pasokan beras yang masuk ke PIBC hanya 1.500 ton, jauh di bawah angka pasokan normal yang mencapai 2.500 ton per hari. Kenyataan itu, ujarnya, berbanding terbalik dengan klaim yang diutarakan pemerintah yang menyebutkan saat ini telah memasuki periode panen raya.
"Panen raya itu hanya cerita. Kondisi sebenarnya di lapangan malah kurang. Tak mencermin-kan panen raya, pasokan turun. Hari ini yang masuk hanya 1.500 ton," ujar Zulkifli, kemarin.
Pengamat pertanian dari Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santosa, juga mempertanyakan klaim Kementerian Pertanian. Pada 2017, Kementan mengklaim produksi gabah mencapai 81 juta ton atau setara 50 juta ton beras. Dengan kebutuhan beras secara nasional hanya sekitar 32 juta ton per tahun, seharusnya masih ada sisa stok sebesar 17 juta ton pada akhir 2017.
"Kalau stok akhir 2017 atau stok awal 2018 itu 17 juta ton, seharusnya harga beras itu jatuh sampai Rp6.000 per kilogram seperti di Vietnam atau Thailand. Namun, kenyataannya di sini harga beras naik sampai Rp12.000 per kilogram," jelasnya.
Pasokan tidak cukup
Kepala Perum Bulog Divre Sumatra Selatan dan Bangka Belitung, Bakhtiar AS, mengaku komoditas beras di Sumsel yang disebut surplus hingga saat ini tidak mampu memenuhi stok beras di gudang Bulog.
Hasil panen raya awal pekan ini di Kabupaten Banyuasin, Sumsel, yang dihadiri Ketua DPR Bambang Soesatyo, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Mentan Andi Amran Sulaiman tidak mampu memenuhi kebutuhan Bulog. Sampai saat ini stok beras di gudang Bulog Divre Sumsel Babel masih bergantung dari kiriman dari Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.
"Stok beras kita per awal Februari 2018 ini di gudang Bulog ada sekitar 24.000 ton dan cukup memenuhi kebutuhan selama 4 bulan ke depan. Bisa dibilang pengadaan beras ini dominan ialah beras yang berasal dari provinsi lain, bukan hasil produksi dari Sumsel," ujarnya.(Pra/DW/JS/UL/DG/LD/YK/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved