Pembangunan Infrastruktur Daerah Terpencil Jadi Prioritas Pemerintah

Tesa Oktiana Surbakti
25/1/2018 13:01
Pembangunan Infrastruktur Daerah Terpencil Jadi Prioritas Pemerintah
(MI/Ramdani)

DALAM rangkaian World Economic Forum (WEF) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhur Binsar Pandjaitan menyampaikan pembangunan Infrastuktur saat ini difokuskan di daerah terpencil.

“Dana untuk pembangunan infrastruktur kami saat ini terbatas, hanya 30 persen dari APBN. Karena itu pembangunan di kota-kota besar kami usahakan tidak menggunakan dana APBN,” ujar Luhut di Davos, Swiss, melalui keterangan resmi, hari ini.

Dalam diskusi bertema "From Pipedream to Pipeline" yang diikuti sejumlah pimpinan negara, tokoh dan aktivis lingkungan hidup, menekankan upaya penciptaan proyek-proyek menarik dari aspek komersil guna memperoleh pembiayaan dan bersifat berkelanjutan tanpaa mengorbankan generasi mendatang.

“Karena itu kita harus mencari cara bagaimana agar proyek-proyek itu bisa menarik bagi investor. "Blended finance" bisa menjadi salah satu jalan keluarnya,” imbuhya.

Dalam workshop tersebut, Luhut mendapat tempat satu meja dengan PM Papua New Guinea Peter O’Neill, aktivis lingkungan hidup yang juga mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore, Michelle Rempel anggota parliamen Kanada, Thani Al Zeyoudi Menteri Lingkungan Hidup UAE dan beberapa tokoh lain.

“Infrastruktur penting untuk rakyat Indonesia. Dengan pembangunan infrastruktur dapat mengurangi kesenjangan di tengah masyarakat Indonesia yang beragam dan wilayahnya sangat luas,” ujar PM Peter O’Neill menanggapi pernyataan Luhut.

Kembali ditegaskan Luhut sosialisasi kepada masyarakat terkait proyek infrastruktur terus dilakukan. “Yang penting adalah membuat masyarakat paham bahwa yang dikerjakan pemerintah ini akan memberi manfaat untuk mereka. Kami juga memperlakukan rakyat dengan "fair", misalnya pada pembebasan lahan, kami menggunakan jasa "independent appraisal" untuk menghitung harga ganti rugi yang pantas,” imbuhnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya