Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MUNCULNYA kembali kekhawatiran terhadap terjadinya Government Shutdown jelang pertemuan Kongres AS pada Jumat lalu (19/1) membuat laju nilai tukar Dollar Amerika Serikat melemah. Imbasnya tentu positif bagi Rupiah.
"Pergerakan Rupiah cenderung mampu positif dengan memanfaatkan pelemahan pada laju USD. Adanya sentimen kebijakan European Central Bank (ECB) yang membuat laju EUR terapresiasi dan diiringi imbas tetapnya suku bunga acuan Bank Indonesia di level 4,25 persen, dan sentimen positif lainnya mampu membantu Rupiah terapresiasi," ujar Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, hari ini.
Pergerakan Rupiah yang melewati target resisten di level 13.340 memberikan peluang keberlanjutan untuk kembali terapresiasi. Diharapkan momentum penguatan Rupiah dapat kembali berlanjut. Rupiah pun terpantau menguat 31 basis poin atau 0,23% di 13.316 per dolar AS dari penutupan perdagangna sebelumnya di 13.347. Dalam seminggu Rupiah juga tercatat menguat 0,28% dari 13.353 per Dolar AS.
"Diperkirakan Rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13.355 dan resisten 13.278," tukas Reza.
Terpisah, Peneliti INDEF Bhima Yudhistira mengatakan shutdown atau penghentian sementara operasional Pemerintahan di AS diprediksi berlangsung dari minggu ke empat Januari hingga minggu kedua Februari 2018. Shutdown merupakan konsekuensi dari adanya ketidaksepakatan antara Presiden dan Kongres dalam penyusunan anggaran Negara khususnya terkait pembiayaan.
Adapun departemen yang akan terkena efek penutupan sementara setidaknya Departemen Perdagangan, NASA, Departemen Ketenagakerjaan, Departemen Perumahan dan Departemen energi.
Bagi Indonesia, kata Bhima, dampak terjadinya shutdown secara temporer sangat minim ke nilai tukar Rupiah. Proyeksi rupiah masih berada dalam rentang yang terkendali di kisaran 13.350-13.400 ketika terjadi shutdown.
"Dalam posisi ini justru Rupiah akan diuntungkan. IHSG pun masih tetap positif diangka 6.490-6.500, didorong oleh sentimen investor dalam negeri terhadap prospek pemulihan ekonomi Indonesia,"
Peristiwa Shutdown pernah terjadi tahun 1995-1996 dan tahun 2013. Saat itu kurs Rupiah hampir tidak terpengaruh oleh shutdown di AS. Karena sifatnya lebih temporer atau jangka pendek, kira-kira berlangsung dalam waktu 2 minggu. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved