Teknologi Perikanan Karya Mahasiswa UGM Membanggakan

Agus Utantoro
20/1/2018 13:59
Teknologi Perikanan Karya Mahasiswa UGM Membanggakan
(Ketua Umum HKTI Moeldoko, memanen ikan nila merah dengan teknologi mikro bubble generator, di kelompok tani Mina Ngeromboko, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (20/1)---Dok.HKTI)

PENEMUAN penemuan teknologi karya mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang makin aplikatif dengan kepentingan petani, sangatlah membanggakan.

Terlebih hal itu akan meningkatkan kualitas dan kuantitas petani bidang perikanan air tawar.

"Ini ada teknologi micro bubble generator karya mahasiswa UGM yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas ikan budi daya air tawar. Penemuan ini menjawab hal utama bagaimana manfaatnya bagi petani secara langsung," puji Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko, pada syukuran panen ikan nila merah dengan teknologi mikro bubble generator, kelompok tani Mina Ngeromboko, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (20/1).

Menurut Moeldoko, jika teknologi aplikatif ini terus dikembangkan tingkat kesejahteraan petani bisa meningkat. Proses pertanian rakyat, terutama budi daya ikan air tawar di Yogyakarta yang terbatas lahannya, membutuhkan terobosan agar bisa diterima dalam skala industri.

Teknologi MBG merupakan pembuatan gelembung udara mikro dengan generator kecil, yang menghasilkan oksigen memperkaya air. Teknologi tepat guna ini murah dan telah diuji coba di pertanian air tawar di Sleman, DIY.

MBG menghasilkan panen bisa lebih dari tiga kali setahun. Dari tiga kali panen menjadi empat kali panen, penggunaan listriknya hemat untuk memutar kincir.

Menurut penelitian, jika disosialisasikan kepada masyarakat teknologi ini efisien dalam proses budidaya ikan. Maka petani akan mendapat hasil yg maksimal, terjadi peningkatan hasil ikan lebih dari 50%. Selain itu pakan lebih sedikit, waktu memelihara lebih pendek, ikan lebih cepat besar dan sehat.

"Tantangan penelitian pergurian tinggi itu kan, hasilnya bisa diterapkan pada skala industri agar menguntungkan," tambah Kepala Staf Presiden ini.

Peneliti senior UGM Rustadi menyebutkan, teknologi MBG yang dikembangkan ini sudah terbukti dapat mengefisienkan pakan. Selain itu jumlah ikan yang hidup lebih banyak.

"Karena MBG itu hasilkan gelembung yang kecil dapat melarutkan oksigen di dalam air, menghilangkan jamur dan merangsang pertumbuhan plankton yang bisa menjadi pakan tambahan ikan," tuturnya.

Rustandi yakin teknologi MBG ini prospektif untuk membudidayakan ikan tawar, juga di air laut seperti budi daya udang dan ikan yang menggunakan jaring apung.

"Kami senang didukung biaya riset oleh HKTI dan komitmen Pak Moeldoko memajukan pertanian air tawar," imbuhnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya