Direktur Pemasaran Pertamina Harus Diisi Pejabat Karier

16/1/2018 22:53
Direktur Pemasaran Pertamina Harus Diisi Pejabat Karier
(Presiden FSPPB, Noviandri---Ist)

FEDERASI Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak keras adanya rencana pergantian Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) oleh orang di luar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Presiden FSPPB, Noviandri, menilai, kinerja direksi yang berasal dari eksternal tidak akan berkontribusi signifikan terhadap Pertamina.

"Pejabat direksi dari luar Pertamina sangat berpotensi mengganggu kinerja perseroan karena secara teknis direktur pemasaran adalah jabatan yang sangat strategis dan harus mengetahui secara detail aktivitas bisnis dan produk Pertamina," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/1).

Lebih lanjut ia mengatakan, apabila jabatan tersebut diberikan kepada orang di luar perseroan dipastikan akan berpengaruh pada penjualan produk Pertamina.

"Kalau semua dipegang oleh pejabat nonkarier ini bahaya, kalau dari pihak direksi sendiri tidak mau kritis berarti ini mereka juga gagal dalam membina pekerjanya," imbuhnya.

Noviandri menegaskan bahwa pekerja akan menolak siapa pun yang nantinya bakal menggantikan direktur pemasaran apabila berasal dari luar Pertamina.

"Padahal, orang yang kompeten dari internal Pertamina saat ini sangat banyak. Apabila Kementerian BUMN berkilah demi alasan sinergi BUMN, seharusnya bukan dengan cara mengganti jabatan strategis di tubuh Pertamina." ujarnya.

Ia menduga isu penggantian direksi Pertamina kali ini sarat dengan muatan politis demi tahun politik 2018. Sebelumnya, beredar kabar Direktur Pemasaran, Muchamad Iskandar, akan diganti oleh pejabat dari BUMN lainnya, yakni dari PT Telkom.

Sementara, pengamat kebijakan energi, Sofyano Zakaria, juga turut menanggapi isu pergantian salah satu direksi Pertamina tersebut. Menurut dia, Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Rini Soemarno perlu mempertimbangkan dengan seksama keputusan tersebut.

"Jika benar Direktur Pemasaran Pertamina akan diganti, maka Presiden dan Menteri BUMN perlu mempertimbangkan dengan seksama bahwa penggantinya selain orang karier yang profesional juga harus paham serta menguasai benar sektor pemasaran dan distribusi," katanya.

Sofyano, yang juga pernah dianugerahi penghargaan dari FSPPB, menambahkan, direktorat pemasaran dan niaga merupakan sebuah direktorat yang sangat terkait langsung dengan hajat hidup orang banyak.

Karenanya, untuk memimpin direktorat ini harus orang yang terbukti pernah dan mampu bekerja sama dengan pekerja pemasaran. Artinya, direktur pemasaran haruslah orang yang di terima oleh akar rumput di direktorat pemasaran.

"Di samping profesionalisme, leadership, kemampuan manajerial, maka Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina harusnya orang karier pemasaran yang terbukti pernah melalui jenjang-jenjang karier di direktoratnya yang menggeluti langsung tupoksi ( tugas pokok dan fungsi) yang ada di pemasaran dan niaga," pungkasnya. (OL-2



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya