Kedaulatan Pangan Bisa Jadi Ancaman Serius Bangsa

15/1/2018 07:57
Kedaulatan Pangan Bisa Jadi Ancaman Serius Bangsa
(MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)

MENCIPTAKAN keamanan negara ada banyak cara, salah satunya dengan menjadikan ketahanan dan kedaulatan pangan sebagai bagian tak terpisahkan.

Ketahanan dan kedaulatan pangan bisa jadi ancaman serius saat ini, bila petani dan pertanian Indonesia tidak dibenahi dengan sungguh-sungguh. Sebab pertanian dan para petani Indonesia kini terus-terusan dihajar hama sebagai teror yang meruntuhkan sektor pertanian.

"Untuk menciptakan keamanan negara harus menyeluruh. Tak hanya Densus 88 atau Densus Anti Teror, tapi Indonesia juga perlu tim khusus untuk menangani hama demi keamanan pangan," Ketua Umun Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (15/1).

Ia menilai, sehebat apapun persenjataan sebuah negara, keamanannya akan terancam bila sektor pangannya rapuh. "Ini harus diperhatikan negeri ini. Jumlah petani Indonesia kian kecil. Perlahan, tak ada lagi generasi muda yang mau jadi petani," ujar Moeldoko .

Itu sebabnya, HKTI akan membentuk tim khusus untuk mengatasi hama pertanian. Tim ini akan siap selalu membantu para petani yang lahan pertaniannya diserang hama. Selain itu, tim juga akan terus mengembangkan teknologi untuk mengatasi hama.

"Tim yang dibentuk nanti namanya Brigade Anti Hama. Isinya orang-orang yang memiliki kompetensi tentang tumbuh dan mutasinya beragam hama yang saat ini meresahkan petani. Teknologinya juga akan terus dikembangkan," terang Moeldoko.

Menurut Moeldoko, seharusnya masyarakat dan anak-anak muda bisa memiliki kesempatan besar untuk menjadi petani yang sukses. Jangan sampai ruang dan lahan serta kemampuan petani Indonesia kian sempit dan sulit.

Bagi Moeldoko, persoalan sektor pertanian bukan hanya urusan lahan yang kian menyusut, atau ketidakmampuan masyarakat. Tetapi ada juga persoalan budaya dan teknologi yang tidak sinkron selama ini.

"Dengan teknologi dan kultur bertani yang berkembang, mestinya petani akan maju dan sejahtera. Karena itu teknologi harus bisa kita hubungkan dengan kultur kepada masyarakat, agar pertanian kita tidak stagnan atau mati," tutur pria kelahiran Kediri, Jawa Timur ini.

Kemandirian melakukan pembibitan atau benih padi M400 dan M70D, merupakan salah satu langkah yang dilakukan organisasi ini. Jenis padi temuannya yang diberi nama M400 dan M70D itu, merupakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan oleh para sarjana pertanian bersama masyarakat petani.

"Dalam waktu 70 hari, benih padi jenis M70D itu, bisa menghasilkan padi yang berkualitas bagus dan hasil panen yang besar. Sedangkan M400 selain tahan hama, juga bisa menghasilkan hingga 9 ton per hektare dan bisa dipanen dalam 90 hingga 100 hari," ungkap mantan Panglima TNI ini. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya