Akses Permodalan Bagi Petani Sudah Mendesak

11/1/2018 18:51
Akses Permodalan Bagi Petani Sudah Mendesak
(ANTARA FOTO/Anis Efizudin)


ATURAN main tata niaga beras dibutuhkan untuk menjaga stabilitas bahan pangan ini di masyarakat.

Terlebih saat ini harga beras bergerak naik, akibat dipengaruhi beberapa faktor di antaranya curah hujan yang tinggi. Sudah selayaknya pemerintah langsung bersikap terkait hal ini, seperti yang dilakukan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan langsung menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan Bulog.

Dalam ratas tersebut, Menteri Pertanian Amran Sulaiman memaparkan bahwa panen padi masih dilakukan namun hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Musim hujan menjadi penyebab hasil panen padi menurun.

"Menghadapi kondisi seperti ini, yang terpenting adalah regulasinya. Regulasi di tahap peredaran beras dan pengawasannya belum maksimal. Kalau semua sudah di-brand sejak awal tentu tidak akan seperti ini," ujar Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko di Jakarta, Kamis (11/1).

Di sisi lain, pemerintah juga harus membenahi sektor hulunya. Salah satunya terkait akses permodalan bagi petani. Selain itu harus jelas dari mulai budi daya, pasca panen, hingga tata niaga atau proses penjualan.

"Petani itu hanya memperoleh keuntungan kurang dari Rp2 juta setiap bulannya. Itu terlalu kecil. Padahal petani itu harus menghasilkan minimal 7 ton, sehingga persoalan modal jadi yang pertama. Selain masalah modal, subsidi benih juga harus menjadi perhatian pemerintah," terang Moeldoko.

Masalah ini, lanjut Moeldoko, juga bisa disebabkan karena proses distribusi benih dan pupuk yang tidak bagus. Pada saat petani butuh pupuk tapi barangnya tidak ada, kalau pun ada barangnya terlambat.

Subsidi sebaiknya dialihkan ketika pasca panen. Contohnya dengan membeli gabah hasil panen para petani. Misalnya, harga gabah yang semula dipatok Rp3.700 per kilogram (kg), dibeli pemerintah dengan harga Rp5.000 sampai Rp6.000 per kg.

"Dengan begitu, uang pemerintah bisa dirasakan langsung oleh petani. Karena justru yang diinginkan oleh para petani adalah melindungi harga pasca panen. Sebenarnya bagi para petani sepanjang dia bisa menjual setinggi-tingginya harga itu sangat nikmat bagi dia," paparnya lagi. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya