Dunia Pertanian Butuh Regenerasi

09/1/2018 20:38
Dunia Pertanian Butuh Regenerasi
(ANTARA)

KONDISI pertanian Indonesia terancam minimnya regenerasi. Para petani di Indonesia banyak yang berusia tua dan sulit mendapatkan generasi penerus, khususnya dari pemuda.

Kondisi ini menjadi salah satu perhatian serius Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) TNI Moeldoko.

"Ini karena kondisi pertanian kita kurang menjanjikan. Kalau kita coba dari kondisi yang kurang menjanjikan menjadi menjanjikan, saya berani katakan banyak yang akan bergabung dengan kita (petani)," ujar Ketua Umum HKTI Moeldoko dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (9/1).

Menurutnya, hal itu terjadi karena minat generasi muda berkecimpung di dunia pertanian semakin minim. Sebab itu, dibutuhkan solusi kongret agar generasi muda meminati sektor pertanian.

Mantan Panglima TNI ini menjelaskan, generasi muda lebih tertarik bekerja di luar pertanian. Padahal, generasi muda memiliki peranan penting untuk memajukan sektor pertanian tanah air. Ia berharap para sarjana maupun lulusan sekolah kejuruan bisa melakukan pendampingan untuk mengembangkan pertanian.

"Pendamping kita beri tanggung jawab untuk mendampingi petani. Kita carikan konsep penggajian untuk mereka," tutur pemimpin M Foundation itu.

Salah satu upaya HKTI untuk mengatasi persoalan tersebut ialah menggandeng pondok pesantren, untuk diberikan pengetahuan tentang pertanian. Setelah keluar dari pondok pesantren para santri diharapkan akan menjadi center of gravity dari lingkungannya.

Di sisi lain, Moledoko menegaskan akan mengaktifkan kembali program pesta petani muda (Pestani). Program itu akan melibatkan ribuan petani muda dengan usia maksimal 30 tahun. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya