Jafpa, HKTI Beri Kepastian Pembelian Jagung Petani

08/1/2018 22:45
Jafpa, HKTI Beri Kepastian Pembelian Jagung Petani
(ANTARA FOTO/Aji Styawan)

PERSOALAN serius petani di Indonesia saat ini adalah keterbatasan pengetahuan pemasaran dan kelemahan penanganan pascapanen. Sehingga tidak dapat menghasilkan kualitas jagung yang baik.

Untuk mendapatkan akses pemasaran tersebut, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) meneken nota kesepakatan bersama dengan PT Japfa Comfeed Indonesia. Kedua belah pihak ini sepakat menjalin kerja sama untuk membeli jagung petani.

Kerja sama seperti ini dilakukan HKTI karena visi organisasi sebagai bridging institution membutuhkan implementasi nyata. Itu sebabnya mereka memainkan perannya untuk mempertemukan petani dengan perusahaan besar.

Penandatanganan nota kesepakatan ini dilakukan Ketua Umum HKTI Moeldoko bersama direksi PT Japfa Comfeed Indonesia antara lain Senior Vice President Budiarto Soebijanto, Corporate Affairs Director Rachmat Indrajaya, President Commissioner Syamsir Siregar, Executive Vice President A Harwanto, dan Vice President R Artsanti Alif.

Moeldoko menegaskan, kualitas jagung petani yang diserap Japfa akan sesuai standar pabrik pakan. Dengan kerja sama ini industri pakan ternak mendapat kepastian pasokan bahan baku pakan dan petani mendapat kepastian pasar.

”Dengan kerja sama ini, Japfa akan serius mendukung pengembangan budidaya jagung. Harga akan disesuaikan dengan harga saat penyerahan barang. Harga yang ditetapkan mengacu pada harga jagung pasaran dalam negeri,” kata Moeldoko di Jakarta, Senin (8/1).

Sementara pihak Japfa mengungkapkan, kualitas jagung dalam negeri relatif lebih baik karena lebih segar. Kerja sama ini diharapkan menjadi model dan dikembangkan untuk memacu peningkatan produksi jagung nasional.

"Sehingga setiap bulan kami mendapatkan kepastian pasokan jagung dari petani yang terbeli. Dan jagung petani sudah mendapatkan kepastian pasar. Industri pakan setiap tahun membutuhkan 8,5 juta ton jagung," ujar Senior Vice President PT Japfa Comfeed Indonesia, Budiarto Soebijanto.

Ia menambahkan, penandatanganan nota kesepakatan segera ditindaklanjuti dengan kontrak pembelian jagung. Petani di bawah binaan HKTI di masing-masing daerah diharapkan memasok 10.000 ton jagung per bulan.

"Petani jagung akan lebih semangat lagi menanam jagung karena ada kepastian pasar dan kepastian harga. Dan Industri pakan ternak tidak perlu membayar L/C untuk impor jagung," tambah Moeldoko, mantan Panglima TNI ini.

Budiarto pun menambahkan, Japfa selama ini berkomitmen mendukung program pemerintah. Caranya dengan membangun sistem kemitraan dengan petani yang terintegrasi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan jagung bagi industri pakan ternak dengan menyerap jagung lokal.

"Dengan dukungan HKTI ini, akan mempermudah kami mendapatkan jagung lokal dari berbagai daerah. Japfa telah berkomitmen dengan HKTI untuk menyerap hasil jagung lokal,” ujar Budiarto.

Tidak hanya itu, lanjut Budiarto, dalam kerja sama tersebut Japfa dan HKTI menjadi pihak yang akan melakukan pendampingan dengan petani serta memastikan kualitas produksi jagung sesuai dengan standar pabrik pakan.

Di kesempatan ini, dirinya juga menyampaikan Japfa memiliki kegiatan JAPFA4Kids. Sebuah program investasi sosial JAPFA yang dilaksanakan sejak 2008 dan terus dikembangkan hingga saat ini.

Japfa mendorong pendekatan secara utuh tidak hanya dalam pendampingan tetapi juga pengukuran dan evaluasi perubahan, yang juga sejalan dengan visi perusahaan untuk Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama.

Sampai saat ini, JAPFA4Kids telah dilaksanakan di 20 provinsi dan 72 kabupaten, diikuti oleh 688 sekolah dasar, mengikutsertakan 124.267 murid dan 7.918 guru. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya