Pemerintah akan Tambah 54 Titik BBM Satu Harga di 2018

Andhika Prasetyo
08/1/2018 15:44
Pemerintah akan Tambah 54 Titik BBM Satu Harga di 2018
(MI/Rommy Pujianto)

PEMERINTAH menargetkan untuk menambah 54 titik lokasi penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di seluruh Indonesia terutama di wilayah terpencil, terluar dan terdepan (3T) pada tahun ini.

Sepanjang 2017, tercatat sudah terealisasi 57 titik penyalur BBM Satu Harga dimana 54 di antaranya dibangun PT Pertamina dan sisanya milik PT AKR Corporindo.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pun mengapresiasi kerja keras dua badan usaha dalam mewujudkan target kebijakan pemerintah itu.

"Implementasi BBM satu harga itu tantangannya besar sekali. Untuk program strategis nasional, ini satu-satunya program Kementerian ESDM yang tercapai 100%. Tahun ini targetnya ada 54 titik baru lagi. Mohon dapat dikerjakan dengan baik," ujar Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, hari ini.

Ia berharap program BBM Satu Harga dapat berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan pemerintah dengan target 150 titik pada 2019 mendatang.

"Harapannya selesai di Desember 2019 dengan sekitar 150 titik atau 150 kecamatan. Ini adalah program tiga tahun, tidak bisa satu tahun karena daerahnya tidak mudah," ucapnya.

Pertamina dan APK Corporindo diharapkan dapat terus melakukan investasi dan memberikan hasil yang baik guna mendukung program-program pemerintah dalam mewujudkan penyetaraan dan pemerataan di Tanah Air.

Terlebih, saat ini, keduanya telah ditunjuk oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis tertentu yakni solar dan minyak tanah bersubsidi serta jenis khusus yakni premium penugasan dengan jangka waktu lima tahun atau periode 2018 hingga 2022.

Metode penugasan badan usaha dengan jangka waktu lima tahun sedianya baru kali pertama. Hal itu dilakukan guna memberikan ruang kepastian kepada badan usaha dalam merencanakan pengembangan infrastruktur BBM.

Jonan berharap perusahaan yang diembani tugas sebagai penyalur serta penyedia BBM tertentu dan khusus bisa melakukan investasi jangka panjang, terutama untuk penambahan jaringan pom bensin di kawasan 3T.

Jika penunjukkan ditetapkan setiap tahun atau dalam kurun waktu yang singkat, ia menilai itu akan berat bagi pengusaha untuk melakukan investasi.

"Itu menimbulkan ketidakpastian. Apalagi sekarang BBM didorong satu harga, kalau ditunjuk cuma setahun tidak balik modal," tuturnya.

Saat ini jumlah total pom bensin Pertamina tercatat mencapai 6.800 unit. Dari jumlah tersebut, hanya 170 unit yang dimiliki langsung oleh perseroan sedangkan sisanya dimiliki mitra Pertamina yang tergabung dalam Himpunan Wiraswasta Nasional (Hiswana) Migas. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya