BI Kurangi Dominasi Dolar AS Dalam Perdagangan

Erandhi Hutomo Saputra
31/12/2017 20:41
BI Kurangi Dominasi Dolar AS Dalam Perdagangan
(ANTARA/Galih Pradipta)

DOMINANNYA peran dolar AS dalam perdagangan internasional coba dikurangi oleh Bank Indonesia (BI). Setelah melakukan kerja sama local currency settlement (LCS) dengan Malaysia dan Thailand, BI juga tengah menjalin komunikasi dengan tiga negara lainnya.

Tiga negara tersebut yakni Tiongkok, Jepang, dan Filipina. Diketahui tiga negara tersebut, khususnya Tiongkok dan Jepang, merupakan mitra dagang terbesar Indonesia saat ini.

"Kita mulai berkomunikasi dengan sejumlah negara yang tertarik gunakan LCS ini yakni Filipina, Tiongkok, dan Jepang," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, pada 2018 BI masih fokus dengan kerja sama yang sudah dijalin dengan bank sentral Malaysia dan Thailand.

"Fokus kami di 2018, sebanyak 17 bank (yang sudah ikut kerja sama) bisa meningkatkan transaksi non dolar," ucapnya.

Diketahui ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS mulai sedikit berkurang. Hal itu tercermin dari transaksi dalam valuta asing (valas) yang terus berkurang.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan, transaksi pasar uang menggunakan rupiah pada tahun ini meningkat dari Rp23,6 triliun per hari menjadi Rp28,9 triliun per hari.

Transaksi menggunakan valas juga turun dari rata-rata US$5,5 miliar per bulan menjadi sekitar US$1,5 hingga US$ 1,8 miliar per bulan.

"Transaksi rupiah yang sebelumnya dilakukan dalam valas terus membaik. Pelaku ekonomi Indonesia semakin tertib dan semakin taat azas," ungkap Agus.

Seiring dengan kondisi tersebut, fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat mereda. Agus menjelaskan, sepanjang tahun ini hingga 21 Desember 2017, nilai tukar rupiah memang melemah 0,78%. Namun, rata-rata volatilitasnya turun dari kisaran 8% tahun lalu, menjadi 3% tahun ini. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya