Presiden Resmikan 17 Titik BBM Satu Harga

Cahya Mulyana
29/12/2017 11:23
Presiden Resmikan 17 Titik BBM Satu Harga
(ANTARA)

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan 17 titik penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga yang dipusatkan di Pontianak, Kalimantan Barat. Dengan demikian, total lembaga penyalur BBM Satu Harga yang akan beroperasi pada tahun 2017 menjadi 57 titik.

"Negara kita ini adalah negara yang sangat besar dengan sebaran pulau yang sangat banyak dengan kondisi infrastruktur yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebelumnya memang di tempat-tempat yang terpencil harganya (BBM) 10 kali lipat, (bahkan) 15 kali dari harga yang ada di pulau Jawa. Ini yang kita kejar," ujar Presiden dalam sambutannya hari ini, di Pontianak, Kalimantan Barat.

Presiden Jokowi menegaskan, selain memberikan harga BBM yang sama di seluruh wilayah Indonesia, akses masyarakat untuk mendapatkan BBM juga semakin mudah, karena menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.

Jokowi mengungkapkan, saat pertama kali program BBM Satu Harga diumumkan banyak yang meragukan bahwa program ini akan berjalan. "Program ini (dapat berjalan) karena memang tidak terlalu sulit, tidak terlalu mahal biayanya dan saat itu saya suruh menghitung pada MenteriESDM dan Menteri BUMN, berapa sih biayatambahan yang harus dikeluarkan. Tadi sudah disebutkan oleh Menteri ESDM kurang lebih Rp 800 miliar. Kalau dulu subsidi BBM kurang lebih Rp 300 triliun saja diberikan, ini masak tidak lebih satu triliun saja tidak diberikan. Itulah saya putuskan kenapa BBM Satu Harga itu hadir," terangnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Jokowi, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan bahwa program ini merupakan pengejawantahan dari energi berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Harus terus dicari cara agar harga energi bagi masyarakat semakin terjangkau dan biaya penyediaan energi semakin ekonomis.

Jonan melaporkan dari 57 lokasi yang beroperasi tahun ini, total penyaluran BBM bulanan BBM Satu Harga nantinya mencapai sekitar 4.000 KL per bulan atau per harinya 133 KL. "Realisasinya dari penyalur yang telah beroperasi ini untuk Premium sekitar 11.000 KL dan Solar sekitar 6.000 KL per tahun," terang Jonan.

Pada kesempatan ini Jonan juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu dalam suksesnya program BBM Satu Harga. "Terima kasih kepada semua pihak, BBM Satu Harga ini bisa terwujud karena adanya sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, swasta dan masyarakat," ungkapnya.

17 titik yang telah diresmikan Presiden Jokowi menggenakpan jumlah tirik BBM satu harga menjadi 57 dan 40 titik diantaranya telah beroperasi sebelumnya. Pemerintah menargetkan program BBM Satu Harga dapat mencakup 159 titik hingga tahun 2019.

Melalui program BBM satu harga, seluruh pelosok tanah air terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) akan dapat menikmati BBM dengan harga yang sama. Masyarakat yang sebelumnya harus mengeluarkan Rp 7.000 hingga Rp 100.000 untuk 1 liter BBM, kini bisa membeli dengan harga Rp 6.450 per liter untuk Premium dan Rp 5.150 untuk Solar. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya