Sukses Mengawal Stabilitas Pangan

Jessica Sihite
27/12/2017 07:58
Sukses Mengawal Stabilitas Pangan
(Kementerian Perdagangan/Foto:MI/Arya Manggala)

MENJELANG perayaan Natal kemarin, permintaan terhadap sejumlah kebutuhan pokok meningkat. Hal itu berdampak pada merangkaknya harga sejumlah bahan pokok. Harga cabai rawit merah, misalnya, di seluruh pasar di Jakarta rata-rata naik Rp2.500 per kilogram (kg). Lalu, harga bawang merah naik Rp1.300 per kg dari Rp26.600 per kg menjadi Rp27.900 per kg.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikapi) Abdullah Mansuri menyebut hal ini masih wajar. Bahkan, kata dia, harga kebutuhan pokok pada Natal dan Tahun Baru ini relatif stabil ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Itu disebabkan kenaikan permintaan baru terlihat sehari menjelang Natal.

Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting Kementerian Perdagangan Ninuk Rahayuningrum mengatakan pemerintah terus berupaya menstabilkan harga kebutuhan pokok pada Natal dan Tahun Baru. Harga eceran tertinggi (HET) dan harga acuan bahan pokok akan dijadikan pegangan dalam pengawasan ke lapangan agar tidak ada kenaikan yang signifikan. Penetapan HET ini tak cuma untuk beras, tapi juga gula dan bahan kebutuhan pokok lainnya.

Langkah yang ditempuh Kementerian Perdagangan yang dipimpin Enggartiasto Lukita dalam menstabilkan harga bukan kali pertama dilakukan. Pada saat jelang Ramadan dan Lebaran Juni lalu, misalnya, Kemendag berhasil meredam gejolak harga pangan yang lazim terjadi pada era-era sebelumnya. Keberhasilan itu berkat langkah sigap yang dilakukan, mulai kordinasi antarinstansi terkait hingga pembentukan satgas pangan.

Prestasi ini mendapat pujian dari berbagai pihak, mulai pedagang hingga kepala negara. Dalam Sidang Kabinet Paripurna Rapat Evaluasi terkait dengan harga-harga bahan pokok dan antisipasi mudik Lebaran di Istana Merdeka, pertengahan Juli lalu, Presiden Joko Widodo mengakui dalam sejarah Indonesia baru kali ini harga terkendali selama Ramadan dan jelang Idul Fitri. Hal itu diperkuat dengan adanya laporan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyatakan harga komoditas pangan di bawah harga pokok penjualan (HPP).

Beras IR 64 di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), misalnya, yang harganya saat itu berada pada kisaran Rp7.400 per kilogram (kg) dan harga daging beku di pasaran tidak lebih dari Rp80 ribu per kg, gula pasir Rp12.500 per kg, dan itu juga diikuti pasar ritel modern seperti Alfamart.

Berkat sinergi

Mendag menyatakan stabilnya harga pangan disebabkan ada sinergi antara Kementerian Pertanian (Kementan) yang memenuhi produksi dan Kemendag yang mengendalikan harga. "Kami sinergi dengan Kementan," ujar Enggar, yang juga politikus Partai NasDem tersebut, kala itu.

Keberadaan Satgas Pangan yang dinisiasi Polri juga merupakan sinergi antara Kementan, Kemendag, Polri, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam mengendalikan pasokan dan harga pangan. Ketua KPPU Syarkawi Rauf bahkan menilai harga jual dan pasokan pangan tahun ini merupakan yang paling stabil sepanjang 10 tahun terakhir.

Keberhasilan meredam gejolak harga pangan pada Ramadan dan Lebaran lalu menjadi pelajaran berharga bagi Kemendag dalam menjalankan salah satu fungsi intansi ini, terutama dalam pengendalian harga. Untuk Natal dan Tahun Baru kali ini, Enggar mengatakan pihaknya sejak awal bahkan sudah memantau harga-harga kebutuhan pokok di berbagai daerah secara langsung.

Mereka juga menggelar operasi pasar yang bertujuan menjaga stabilisasi harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat, khususnya beras. Upaya itu dilakukan guna menjamin pasokan, terutama beras jenis medium, dan menjaga daya beli mesyarakat menjelang hari besar keagamaan nasional akhir tahun ini. Seluruh dinas perdagangan, distributor, dan produsen juga dikumpulkan guna mengingatkan potensi kenaikan permintaan dari masyarakat.

"Jangan pernah ada dan kita biarkan permainan dari spekulan yang menahan stok. Itu akan merugikan masyarakat. Kami pasti akan tindak mereka yang bermain-main, patuhi ketentuan yang sudah ada," ujarnya, awal November lalu. Satgas Pangan juga bakal mulai mengawasi, khususnya terkait dengan distribusi hingga ketersediaan bahan pangan di berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini mulai 1 Desember 2017 hingga 10 Januari 2018.

Sejauh ini, hasilnya seperti yang dituturkan Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikapi) Abdullah Mansuri, harga kebutuhan pokok pada Natal dan Tahun Baru relatif stabil jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya