AP II Siap Sambut Libur Natal dan Tahun Baru

26/12/2017 13:14
AP II Siap Sambut Libur Natal dan Tahun Baru
(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) saat ini sedang disibukkan kegiatan menyambut libur Natal dan pergantian tahun. Pelayanan terhadap penumpang yang akan pergi berlibur dan berwisata mengalami lonjakan.

Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, lonjakan penumpang pada masa angkutan Natal dan tahun baru sudah dimulai sejak 22 Desember. ”AP II sudah sangat siap sejak musim libur telah tiba dimulai, tepatnya kenaikan itu dari 22 Desember 2017-8 Januari 2018. Terutama peningkatan di Bandara Soekarno-Hatta, kami siap melayani masyarakat dengan baik,” ujar Awaluddin dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (26/12).

Menurut Awaluddin, peningkatan jumlah penumpang ini dipastikan akan terjadi karena adanya sejumlah terminal baru di 13 bandar udara (bandara) yang dikelola AP II. Pria yang biasa disapa Awal itu menjelaskan, sepanjang 2017 beberapa bandara sudah mengoperasikan terminal baru seperti terminal 3 rute internasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang, terminal baru Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, terminal baru Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, terminal baru Bandara Internasional Supadio Pontianak, dan yang terakhir terminal baru Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara.

"Dengan pengoperasian terminal baru, kapasitas bertambah besar dan jauh lebih nyaman, ini akan menampung semua yang berlibur baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Kami juga telah meningkatkan seluruh pelayanan yang ada di bandara. Kami memprediksi bahwa sampai tutup tahun sepertinya bakal tembus 103 juta penumpang," beber Awaluddin.

Lonjakan penumpang sudah terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang merupakan bandara keberangkatan ke berbagai kota dan negara. Dia menambahkan, pada angkutan Natal periode 18 Desember 2017-8 Januari 2018 diperkirakan akan ada tambahan penerbangan sebanyak 1.158 penerbangan yang terdiri dari 1.134 domestik dan 24 penerbangan internasional.

“Kita terus tingkatkan sinergi dengan stakeholder seperti maskapai, Bea Cukai, Imigrasi, TNI dan Polri, Karantina, serta Otoritas Bandara. Ini untuk memastikan kelancaran operasional bandara dan penerbangan termasuk saat masa angkutan Natal dan Tahun Baru,” tukas Awal.

Saat ini Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam kondisi ready. Begitu juga terminal baru Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, Bandara Sultan Thaha Jambi, dan juga terminal baru Bandara Silangit yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo.

Selain itu, imbuh Awal, untuk memudahkan mobilitas, penumpang dapat mengakses berbagai informasi penerbangan, tenant komersial di terminal, dan informasi-informasi penting lainnya via digital. Layanannya dipastikan tersedia di aplikasi Indonesia Airports dengan mengunduh melalui Google Playstore.

“Aplikasi ini adalah layanan kami guna meningkatkan pelayanan sebagai Smart Airport. Bagi penumpang yang melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kini juga dapat menikmati layanan konektivitas WiFi super cepat hingga 50 Mbps,” jelas Awaluddin.

Pengembangan lain yang sedang dilakukan AP II adalah, digitalisasi bandara. Salah satunya, mengintegrasikan semua layanan check-in otomatis dalam mesin selfcheck-in. Layanan ini akan efektif mengurai antrean panjang check in penumpang.

“Saat ini ada 38 unit mesin self check-in yang beroperasi di Terminal 3 untuk melayani penumpang Garuda Indonesia. Ada pula 12 unit self check-in di Terminal 1 C untuk penumpang Batik Air. Nantinya menyusul maskapai lain terintegrasi dalam sistem tersebut,” tambahnya.

Pada masa angkutan Natal dan tahun baru ini, pergerakan penumpang di 13 bandara di lingkungan AP II diperkirakan meningkat. Periode sibuknya diprediksi mulai dari 22 Desember 2017-4 Januari 2018.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat berlibur kepada masyarakat Indonesia dan selamat menikmati fasilitas yang ada di Bandara-Bandara AP II.

"Bandara terutama Bandara Soekarno Hatta harus menjadi gerbang pariwisata Indonesia. AP II harus bergerak cepat, karena ini menjadi gerbang utama wisatawan. Harus melayani para pengunjung dengan agresif. Sehingga, bisnis ini tumbuh dan investasi pun akan berdatangan," ujar Menteri Arief.

Ia menambahkan, Bandara Soekarno-Hatta dan beberapa bandara bertaraf internasional akan didatangi wisatawan yang hilir mudik. "Nah, kita punya ratusan destinasi wisata, dan itu harus benar-benar dipromosikan dengan semangat Indonesia Incorporated," ucapnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya