Adhi Karya Raih Kontrak Baru

Fetry Wuryasti
26/12/2017 11:59
Adhi Karya Raih Kontrak Baru
(ANTARA/Widodo S. Jusuf)

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatat perolehan kontrak baru hingga November 2017 sebesar Rp33,3 triliun. Nilai itu tumbuh 5,4% dibandingkan perolehan kontrak baru di Oktober sebesar Rp31,6 triliun.

Angka ini termasuk perolehan kontrak baru dari LRT Jabodebek Fase I. Realisasi perolehan kontrak baru di November 2017 antara lain tol Cisumdawu Fase I (JO) sebesar Rp813,6 miliar, jaringan irigasi Serayu Sumpiuh (JO) Rp181,2 miliar, dan Terowongan Nanjung (JO) sebesar Rp157,2 miliar.

Corporate Secretary Ki Syahgolang Permata mengatakan, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada November 2017, didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 96,0%, properti 3,8% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

"Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari Pemerintah tercatat 74,1%, BUMN sebesar 13,9%, sementara swasta/ lainnya sebanyak 12,0%," ujarnya melalui keterbukaan informasi yang dikutip di Jakarta, Selasa (26/12).

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek jalan, jembatan dan LRT sebanyak 67,4%, proyek gedung sebanyak 23,1%, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 9,5%.

Sementara itu, ADHI dan KAI telah melakukan penandatanganan Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran atas Pembangunan Prasarana Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

Perjanjian dilakukan antara Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Pembangunan prasarana penyelenggaraan LRT Jabodebek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp22,8 triliun termasuk pajak. Nilai tersebut belum termasuk dengan Interest During Construction (IDC) dan Interest During Payment (IDP).

Nilai kontrak ditujukan untuk pekerjaan pembangunan fase satu dengan tiga lintas pelayanan, yaitu Lintas Pelayanan I Cawang-Cibubur, Lintas Pelayanan II Cawang-Kuningan-Dukuh Atas dan Lintas Pelayanan III Cawang-Bekasi Timur.

Pembayaran LRT Jabodebek dilakukan oleh Pemerintah melalui KAI yang berdasarkan hasil progres pekerjaan yang telah diperiksa oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

LRT Jabodebek nantinya akan dioperasikan oleh PT KAI sebagai transportasi massal bagi masyarakat urban. Sampai dengan saat ini progres pelaksanaan pembangunan prasarana kereta api ringan/LRTwilayah Jabodebek telah mencapai 26,9%.

Untuk progres masing-masing lintas pelayanan yaitu Cawang-Cibubur 47,2%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 12,7%, Cawang-Bekasi Timur 28,2% dan Depo 0,3%.

Progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT wilayah Jabodebek direncanakan selesai pada 2019. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya