Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN infrastruktur sebagai prioritas pembangunan nasional bukan lagi sebagai pilihan, namun menjadi kebutuhan dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.
Salah satu inovasi pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara.
Pada 2018, pembiayaan sebagian infrastruktur jalan, jembatan dan sumber daya air akan didanai melalui SBSN sebesar Rp12,78 triliun. Alokasi tersebut untuk Ditjen Bina Marga sebesar Rp7,5 triliun atau sekitar 18% dari total pagu Ditjen Bina Marga sebesar Rp41,6 triliun, yang akan digunakan bagi 101 proyek infrastruktur jalan dan jembatan.
Sementara untuk Ditjen Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp5,28 triliun atau sekitar 14% dari pagu 2018 sebesar Rp37,30 triliun, yang digunakan untuk 144 proyek infrastruktur SDA.
“Keunggulan SBSN adalah kita bisa menunjukan Indonesia merupakan bangsa yang mandiri. Kita membangun infrastruktur dengan dana dari masyarakat Indonesia. Sehingga kontraktor dan konsultannya merupakan orang Indonesia. Berbeda apabila pinjaman bilateral maupun multilateral yang mensyaratkan keterlibatan kontraktor dan konsultan dari negara donor,” kata Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, saat menghadiri acara Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek SBSN dengan tema Pembiayaan Produktif Mendukung APBN yang Berkualitas di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (22/12).
Acara tersebut diselenggarakan Kementerian Keuangan, dalam rangka persiapan program pembiayaan proyek infrastruktur melalui SBSN 2018 dan penutupan program serupa di 2017.
Ditambahkannya, alokasi pembiayaan SBSN 2018 dipergunakan untuk proyek infrastruktur yang memberikan dampak besar terhadap peningkatan ekonomi melalui peningkatan konektivitas antar wilayah. Terutama yang dipergunakan sebagai jalur logistik, pariwisata, dan jalan akses ke pelabuhan dan bandara.
“Di antaranya kita alokasikan di jalur logistik lintas timur Sumatera, Trans Bali-Nusa Tenggara, Papua, kemudian Kalimantan. Selain itu juga akan dialokasikan untuk pembangunan beberapa jembatan dan fly over. Tetapi yang pasti, harus memberikan dampak langsung untuk pertumbuhan ekonomi di Indonesia ini,” ujar Arie.
Beberapa proyek infrastruktur jalan dan jembatan yang telah dibiayai sebelumnya melalui dana SBSN, di antaranya adalah dukungan pemerintah untuk konstruksi jalan tol Solo-Kertosono. Kemudian pembangunan jalan dukungan pariwisata Tanah Toraja, pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua, pembangunan Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur, pembangunan jalan perbatasan di NTT, pembangunan jalan trans dan perbatasan Papua, dan pembangunan jalan perbatasan Kalimantan Barat.
Sementara itu, Dirjen SDA Kementerian PUPR Imam Santoso yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan, dari alokasi SBSN untuk infrastruktur SDA sebesar Rp5,28 triliun, akan digunakan untuk pembangunan pengaman pantai sebesar Rp2,4 triliun, bendungan dan embung sebesar Rp389 miliar, serta infrastruktur air baku Rp1,9 triliun.
“Tahun 2018 ada program baru dengan dana SBSN yakni pengelolaan irigasi dan rawa sebesar Rp465 miliar,” ujar Imam.
Untuk pelaksanaan pekerjaan di 2018, ia mengaku telah melakukan pelelangan dini sejak November 2017. Sehingga pekerjaan dapat dimulai lebih awal pada 2018.
“Diharapkan dengan ditandangani kontrak lebih awal, kendala seperti pembebasan lahan bisa kita selesaikan dengan lebih selektif pada pemilihan lokasi,” ungkapnya.
Secara keseluruhan pembiayaan infrastruktur melalui SBSN 2018 naik menjadi Rp22,53 triliun dibandingkan 2017 sebesar Rp 16,76 triliun. Pembiayaan sebesar Rp22,53 triliun akan digunakan untuk membiayai 587 proyek pada 7 kementerian/lembaga yang tersebar di 34 provinsi. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved