Underpass Ngurah Rai untuk Dukung Annual Meeting IMF-World Bank

23/12/2017 14:29
Underpass Ngurah Rai untuk Dukung Annual Meeting IMF-World Bank
(Dok Kemen PUPR)

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII terus memacu penyelesaian pembangunan Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai.

Simpang Tugu Ngurah Rai ini memang kerap mengalami kemacetan karena pertemuan lalu lintas dari empat arah, yakni akses dari dan menuju Bandara Ngurah Rai, akses tol Bali Mandara, dan akses dari Denpasar menuju kawasan wisata Nusa Dua dan sekitarnya.

Jumat (22/12), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengajak Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk melihat progres pekerjaan underpass tersebut. Pada kesempatan tersebut turut hadir Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose.

“Saya sengaja mengajak Gubernur BI, Menko Kemaritiman dan Menkeu agar dapat melihat progres pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari pajak dan harus dipertanggungjawabkan hasilnya. Underpass ini dibangun dalam rangka mengatasi kemacetan dan mendukung penyelenggaraan pertemuan IMF–World Bank 2018,” kata Menteri Basuki.

Konstruksi underpass dimulai pada 26 September lalu dengan nilai Rp168,3 miliar, dan ditargetkan selesai Agustus 2018 dari target semula September 2018.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan apresiasinya atas kemajuan progres proyek yang nantinya juga akan sangat membantu kelancaran lalu lintas. Sehingga turis akan semakin nyaman berkunjung ke Bali.

Underpass juga diperlukan untuk menerima tamu annual meeting IMF-World Bank pada Oktober 2018. Sekitar 15 ribu orang akan datang sehingga perlu kelancaran bergerak,” jelas Sri Mulyani.

Dalam pengerjaan pembangunan proyek ini Menteri Basuki menginstruksikan agar memperhatikan kualitas pekerjaan, melaksanakan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) termasuk kebersihan. Dalam pembangunan underpass ini tidak dilakukan pemindahan posisi patung I Gusti Ngurah Rai.

Progresnya telah mencapai 17,4% dari rencana 16,6% per 20 Desember 2017. Kontraktor pelaksana adalah PT Adhi Karya, PT Nindya Karya, PT Wira KSO. Sedangkan konsultan supervisi PT Wira Widyatama JO PT Aria Jasa Reksatama JOPT Tata Guna Patria. Underpass akan memiliki panjang 712 meter, lebar 17 meter, dan tinggi 5,2 meter

Sementara itu, Kepala BBPJN VIII Ketut Dharmawahana menyebutkan pekerjaan yang sedang dilaksanakan antara lain, pekerjaan secant pile 800 dengan telah dilakukan sebanyak 157 titik dari 456 titik pada zona I. Pekerjaan boring pile 800 yang telah dilaksanakan sebanyak 90 titik dari 135 titik pada zona 1, pengadaan tiang pancang CSP 500, pemasangan box culvert, dan relokasi pipa PDAM.

Menurutnya, pekerjaan sampai saat ini belum ada kendala terkait material dalam pengerjaan saat ini.

Turut mendampingi Menteri Basuki dalam kunjungan tersebut adalah Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo, Inspektorat Jenderal Rildo Ananda Anwar, Kepala BBPJN VIII Surabaya I Ketut Dharmawangsa, dan Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya