DIREKTUR Utama PT Pelabuhan Tanjung Priok Ari Henryanto menyatakan transaksi angkut barang di Tanjung Priok akan tetap menggunakan dolar Amerika Serikat.
Pasalnya, mitra bisnis yang dari luar negeri merasa kesulitan jika harus mengonversi dalam rupiah.
"Banyak partner kita, terutama perusahaan pengapalan internasional, menggunakan dolar, sehingga akan lebih efisien bila menggunakan dolar," jelas Ari dalam jumpa pers di Jakarta, kemarin.
Apabila bisnis pelabuhan dipaksa memakai rupiah, dia khawatir investor tidak mau menanamkan modal.
Banyak calon pemodal dari luar negeri terinsentif untuk lebih aktif beraktivitas di pelabuhan karena sistem keuangan yang dipakai berbasis dolar AS.
Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) diketahui sudah mengeluarkan perintah agar pengelola pelabuhan mengubah sistem transaksi kargo, yang sebelumnya menggunakan mata uang dolar AS menjadi rupiah.
Keputusan itu ditetapkan untuk menurunkan tekanan pada nilai tukar.