Pemerintah, Ramahlah kepada Investor

Fathia Nurul Haq/E-2
13/3/2015 00:00
Pemerintah, Ramahlah kepada Investor
(MI/SENO)
KERAMAHAN yang acap digadang-gadang sebagai ciri khas bangsa Indonesia mungkin belum dirasakan para investor asing.

Setidaknya demikianlah dugaan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto saat kalah saing ketika hendak menggaet investor asing.

"Waktu saya menghubungi dia lagi untuk menanyakan investasinya, ternyata dia memilih berinvestasi di Thailand," kisahnya dalam suatu seminar di Jakarta, kemarin.

Tentu saja pengusaha gaek tersebut lantas penasaran pada alasan sang kolega memilih 'Negeri Gajah Putih'.

Siapa sangka, sambutan yang lebih hangat di Thailand lah yang membuat investor asing tersebut jatuh hati.

Tidak tanggung-tanggung, para menteri di negara beribu kota Bangkok tersebut, turun tangan langsung menyambut animo investasi tersebut.

Sejumlah fasilitas kemudahan bisnis pun ditawarkan.

"Mungkin di sana presidennya bilang, 'Saya enggak mau tahu, investor itu harus tanam modal di sini', sehingga begitu ada yang datang mengatakan berminat untuk investasi di negaranya, tapi juga mempertimbangkan untuk investasi di Indonesia, tiga menteri sekaligus menyambut dia," cerita Suryo.

Pemerintah Thailand, sebagaimana digambarkan Suryo, demikian ramah menyambut investor asing.

Mereka menyiapkan berbagai kemudahan, Mulai dari perizinan, ketersediaan lahan, sampai tax holiday, royal digelontorkan untuk memikat pemodal asing menggelontorkan investasi di negara itu.

Sikap tangan terbuka Thailand kepada investor mancanegara, menurutnya, penting untuk ditiru Indonesia.

Apalagi persaingan di level global makin menguat.

Dalam hitungan bulan saja, Indonesia akan menghadapi liberalisasi ekonomi regional lewat pengejawantahan Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Kini, investor asing memang melihat Indonesia sebagai lahan 'hijau' nan potensial, terutama dari sisi skala pasar konsumennya yang terbilang masif.

Hanya saja, Suryo melihat masih ada celah dari iklim proinvestasi yang tengah diperkuat pemerintah.

"Isunya di sini ialah kepercayaan. Suku bunga di negara lain tidak lebih tinggi daripada Indonesia, tapi kenapa banyak investor lokal yang malah parkir dananya di luar? Begitu juga dengan investor," cetus Suryo.

Adapun Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) membidik realisasi investasi Rp519,5 triliun, baik dari dalam maupun luar negeri.

Untuk mengejar target itu, ia berharap keramahan yang jadi ciri khas bangsa dapat tecermin pula di dunia usaha.

"Hindari kebijakan yang bisa menyulitkan dunia usaha karena mengurangi daya tarik kita."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya