Dharma Wanita Harus Jauhkan Keluarga dari Korupsi dan Narkoba

11/12/2017 23:51
Dharma Wanita Harus Jauhkan Keluarga dari Korupsi dan Narkoba
(Ist)

DHARMA Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran besar dalam mendukung pencapaian target pembangunan infrastruktur yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR.

“Keberhasilan melaksanakan tugas, pasti karena dukungan penuh istri atau ibu. Untuk itu saya berpesan kepada para ibu DWP untuk menjauhkan keluarga dari 2 hal, yakni narkoba dan korupsi. Narkoba tidak pandang bulu. Peran ibu-ibu sangat besar dalam menjauhkan anggota keluarga, baik suami maupun anak, agar tidak terkena jerat narkoba yang akan membuat keluarga hancur,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam sambutannya pada acara Peluncuran Buku dan Dialog PUPR, yang diselenggarakan dalam rangka HUT DWP ke-18 di Gedung Auditorium, Kementerian PUPR, Jakarta, pekan lalu.

Dalam ajang itu juga diungkapkan bahwa Kementerian PUPR telah melaksanakan beberapa kali tes narkoba kepada pegawai, baik yang berada di pusat maupun daerah di semua tingkatan jabatan.

Pesan kedua, menjauhkan keluarga dari tindak pidana korupsi. Hal itu perlu ditegaskan mengingat anggaran yang diamanahkan kepada Kementerian PUPR sangat besar dan harus bisa dipertanggungjawabkan. Godaan untuk melakukan perilaku koruptif bisa datang darimana saja terutama pegawai yang menjabat Kepala Satuan Kerja (Satker), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kelompok Kerja Pengadaan Barang dan Jasa.

Menteri Basuki juga mendorong DWP turut aktif ambil bagian dalam kampanye KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yakni Gerakan Perempuan Anti Korupsi. “Salah kunci untuk terhindar dari perilaku koruptif adalah menerapkan pola hidup sederhana,” tegasnya.

Terkait 2018 sebagai tahun politik, Menteri Basuki juga berpesan kepada para ibu DWP untuk mengingatkan suaminya agar tidak berpolitik praktis dan senantiasa fokus bekerja saja.

Usai pembukaan, dilakukan peluncuran buku berjudul Rekam Jejak Dharma Wanita Persatuan Kementerian PUPR yang ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh Penasehat DWP Kartika Basuki kepada Menteri Basuki dan para pejabat tinggi madya yang hadir. Dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peringatan HUT DWP ke-18.

Pada kesempatan itu juga diluncurkan perangko seri jembatan yakni dengan gambar Jembatan Merah Putih di Ambon, Jembatan Soekarno di Manado dan Jembatan Tayan di Sanggau.

Sementara itu, dialog PUPR mengangkat topik Bakti PUPR Membangun Daya Saing Bangsa dengan narasumber Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah Tahun 1999-2001 Erna Witoelar, dan Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti.

Erna menceritakan pengalamannya saat menjabat menteri, di antaranya pernah didemo oleh Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini), pada saat membangun infrastruktur di daerah permukiman nelayan di Jawa Barat bagian selatan.

Ditambahkannya perspektif perempuan dalam pembangunan infrastruktur diperlukan, karena infrastruktur yang dibangun tidak hanya untuk pria tapi untuk satu keluarga.

Sementara Anita Firmanti menyampaikan pembangunan infrastruktur terus didorong untuk mendukung pengarusutamaan gender, di mana manfaatnya termasuk juga mengakomodasi kebutuhan perempuan dan difabel.

Dalam pemilihan pegawai yang akan mengisi jabatan melalui assesment center Badan Pengembangan SDM, sehingga seseorang menduduki jabatan semata berdasarkan kemampuan, bukan gender.

Saat ini di Kementerian PUPR memiliki 4 wanita yang menempati jabatan tinggi madya, yakni Sekjen Anita Firmanti, Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti, Kepala BPSDM Lolly Martina Martief, dan Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya Baby Setiawati Dipokusumo. Hal itu merupakan sesuatu yang unik mengingat karakteristik tugas Kementerian PUPR yang sarat akan tugas lapangan.

Peringatan hari ulang tahun DWP tahun ini yang mengangkat tema tema 'Pengembangan Kualitas Istri ASN Menuju Ketahanan Keluarga'. Maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk memperkuat tali silaturahmi pengurus DWP dari seluruh balai-balai di lingkungan Kementerian PUPR.

HUT DWP ke-18 yang menjadi rangkaian peringatan Hari Bakti PU ke-72, juga diisi oleh kegiatan sosial, di antaranya penanaman pohon secara serentak di 35 kota dari Aceh hingga Jayapura pada 28 november 2017 bersamaan dengan Hari Menanam Pohon, bazar sembako.

Di samping itu dalam rangka mendukung program bulan peduli kanker dilakukan sosialisasi deteksi dini, kanker serviks dan payudara yang diikuti lebih dari 5.000 peserta. Selain itu ada pemeriksaan pap smear bagi pegawai perempuan yang diikuti 2.866 partisipan di balai-balai Kementerian PUPR di daerah. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya