Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Dampak erupsi Gunung Agung di Bali dan cuaca buruk di beberapa daerah membuat Garuda Indonesia melakukan penundaan dan pembatalan terhadap 300 penerbangan pada Jumat (1/12). Untuk itu Garuda Indonesia melakukan penyesuaian penerbangan untuk meminimalisir efek delay.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono mengatakan penyesuaian penerbangan tersebut antara lain dengan melakukan pembatalan terhadap 71 penerbangan di beberapa rute kemarin malam serta 81 penerbangan pada hari ini.
Dengan penyesuaian tersebut sebanyak 45 penerbangan Garuda Indonesia sudah berjalan normal sesuai jadwal.
"Untuk penumpang yang tadi malam tertunda flightnya kami upayakan untuk diterbangkan pada hari ini. Penumpang tersebut sudah kami inapkan di beberapa hotel di sekitar bandara," ujar Hengki saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.
"Kami terus mengupayakan hari ini jadwal penerbangan normal untuk penerbangan yang tidak dibatalkan," imbuhnya.
Hengki menyebut penundaan dan pembatalan penerbangan pada Jumat dikarenakan proses masa recovery operasional penerbangan Garuda Indonesia yang sebelumnya sempat terdampak erupsi Gunung Agung, Bali.
Akibat erupsi yang menyebabkan penutupan bandara Bali dan Lombok menyebabkan crew dan pesawat sempat tertahan di beberapa bandara outstation (domestik & internasional). Sehingga harus dilakukan penyesuaian yang masif terhadap penjadwalan kru dan pesawat.
"Penundaan sejumlah sektor penerbangan Garuda Indonesia tersebut terjadi dikarenakan total trafik penerbangan di Bali berkontribusi terhadap 30% dari total daily flight Garuda Indonesia setiap harinya," jelasnya.
Selain efek erupsi Gunung Agung, faktor cuaca juga menjadi salah satu kendala signifikan adanya penundaan penerbangan Garuda Indonesia.
Hengki pun mengaku bahwa Garuda telah menerapkan delay management policy kepada seluruh penumpang yang terdampak, termasuk memberikan snack meals, biaya kompensasi, penyediaan fasilitas hotel penumpang hingga mengupayakan pemberangkatan penumpang pada beberapa penerbangan Garuda Indonesia yang tersedia.
Terpisah, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mempertanyakan alasan cuaca dan efek erupsi yang disebutkan Garuda. Sebab penundaan dan pembatalan tidak terjadi di maskapai lain. Termasuk pada maskapai yang selama ini dicitrakan sebagai rajanya delay.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menduga direksi Garuda terlambat mengantisipasi bencana Gunung Agung, atau gagal menerapkan tanggap darurat saat bencana.
"Kami meminta regulator, Kementerian Perhubungan dan Kementerian BUMN memberikan teguran keras kepada managemen Garuda atas kejadian tersebut," cetusnya.
Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso meminta penyelenggara penerbangan di Indonesia untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang sesuai dengan PM 89 tahun 2015 tentang Delay Management.
Hal itu terkait penundaan dan pembatalan penerbangan karena erupsi Gunung Agung di Bali. Pelayanan yang baik, kata dia, akan berdampak jangka panjang terhadap penumpang sehingga kesinambungan bisnis maskapai akan tetap terjaga.
Agus mengingatkan bahwa erupsi Gunung Agung belum benar-benar selesai sehingga masih diperlukan kewaspadaan dan kemungkinan masih akan dilakukan buka-tutup bandara lagi.
"Kami menghimbau maskapai penerbangan untuk melakukan antisipasi sehingga bisa meminimalisir dampak gangguannya terhadap pelayanan kepada penumpang di semua bandara," ujar Agus.
Agus juga meminta penyelenggara bandara dan ground handling untuk ikut bekerjasama membantu memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang.
Adapun Lombok International Airport pada Sabtu (2/12) masih beroperasi normal setelah sempat ditutup Jumat (1/12) pukul 06.00 WITA hingga pukul 08.50 WITA dikarenakan abu vulkanik Gunung Agung.
Berdasarkan hasil pemantauan berdasarkan satelit Himawari sejak pukul 00.00 hingga 07.00 WITA, pergerakan abu vulkanik tidak terdeteksi karena tertutup awan. Sementara hasil Paper Test yang dilakukan di area bandara sejak tanggal 1 Desember 2017 pukul 21.00 WITA hingga 2 Desember 2017 pukul 07.00 WITA dinyatakan NIL Vulcanic Ash.
“Jumlah flight pagi ini yang dibatalkan untuk domestik 1 yaitu penerbangan menuju Bima yang dikarenakan alasan operasional. Sedangkan untuk penerbangan internasional jumlah flight yang dibatalkan terdapat 4 penerbangan oleh Airasia dari Kuala Lumpur menuju Lombok maupun sebaliknya atas permintaan airlines tersebut,” jelas General Manager Lombok International Airport I Gusti Ngurah Ardita. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved