Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan meresmikan pembentukan holding BUMN pertambangan pada pekan depan. Targetnya masuk 500 Fortune Global Company
PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) akan menjadi induk holding, sedangkan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk akan menjadi anak perusahaan atau anggota holding.
Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno mengatakan, pembentukan holding BUMN pertambangan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan pendanaan, pengelolaan sumber daya alam mineral dan batu bara, peningkatan nilai tambah melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, serta efisiensi biaya dari sinergi yang dilakukan.
Saat ini, tiga BUMN pertambangan itu berada di luar 10 besar perusahaan pertambangan, dengan kapitalisasi pasar terbesar di Asia Pasifik (di luar perusahaan-perusahaan Tiongkok). Bukit Asam berada di peringkat 18, Antam (20), dan Timah (38). Kondisi ini akan berubah saat pembentukan holding.
"Dalam jangka pendek, holding baru ini akan melakukan serangkaian aksi korporasi di antaranya pembangunan pabrik smelter grade Alumina di Mempawah, Kalimantan Barat dengan kapasitas sampai dengan 2 juta ton per tahun, pabrik Ferro Nickel di Buli, Halmahera Timur berkapasitas 13.500 ton per tahun, dan pembangunan PLTU di lokasi pabrik hilirisasi bahan tambang sampai dengan 1.000 MW," papar Harry di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (24/11).
Dalam jangka menengah, lanjut Harry, holding BUMN pertambangan akan melakukan akuisisi dan eksplorasi wilayah penambangan, integrasi, dan hilirisasi. Dengan begitu, holding tersebut aman memiliki aset yang besar dan menjadi salah satu perusahaan yang tercatat dalam 500 Fortune Global Company.
"Keberadaan holding pertambangan akan memberi manfaat bukan hanya bagi perusahaan holding dan anak perusahaan anggota holding, tetapi juga bagi pemerintah dan masyarakat," tukasnya.
Pendapatan negara juga diklaim akan bertambah melalui berbagai pajak, royalti, dan dividen. Selain itu, penerimaan negara juga bisa bertambah dari kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dan peningkatan nilai dari kegiatan hilirisasi yang dilakukan holding BUMN pertambangan. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved