Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA saat ini sudah memasuki era inflasi rendah. Inflasi yang rendah memberikan peluang untuk mempertahankan tingkat suku bunga rendah yang pada akhirnya akan mengurangi beban fiskal.
Hal itu diungkapkan Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Yoga Affandi dalam acara Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017 di Jakarta, Senin (20/11).
"Dalam tiga tahun terakhir inflasi rata-rata 3%," katanya. Angka inflasi dan suku bunga rendah dalam tiga tahun terakhir itu memberikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, kedua hal itu akan mendorong laju sektor riil yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan pendapatan per kapita.
Saat ini pendapatan per kapita Indonesia sebesar US$3.600 per tahun, masih kecil bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura yang sudah US$5.164 dan Malaysia US$9.566.
"Kalau pendapatan per kapita naik dan inflasi rendah kita bisa mengejar mereka. Angka kemiskinan dan pengangguran bisa dikurangi," tuturnya.
Upaya untuk mengendalikan inflasi agar tetap rendah terus dilakukan Pemerintah dan Bank Indonesia. Mulai dengan membentuk tim pengendalian inflasi daerah (TPID) yang kini bersifat wajib, pembentukan satgas pangan, hingga menentukan harga eceran tertinggi (HET) untuk sejumlah komoditas pangan utama, seperti beras, gula, dan minyak goreng.
"Karena kenaikan harga akan berdampak langsung pada angka kemiskinan," tambah Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir.
Beras misalnya, menyumbang inflasi sebesar 21,8%. Ketika terjadi kenaikan harga 10% saja, itu akan menambah 1,2 juta orang miskin baru.
Langkah Pemerintah dan Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi itu mendapatkan apresiasi dari pengamat ekonomi dari Samuel Sekuritas Lana
Soelistyoningsih. Sebab, hal itu berkaitan langsung dengan stabilitas politik dan keamanan sebuah negara
"Inflasi wajib dikendalikan, karena beberapa negara mengalami gejolak politik karena tekanan harga. Indonesia juga pernah mengalami seperti itu pada 1997-1998," ungkap Lana. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved