BBM Satu Harga Masuk ke Nusa Penida

Tesa Oktiana Surbakti
04/11/2017 20:32
BBM Satu Harga Masuk ke Nusa Penida
(MI/Rommy Pujianto)

PEMERINTAH melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menjalankan program BBM Satu Harga, untuk mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

Sabtu (4/11), giliran Kecamatan Nusa Penida di Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, yang menjadi titik ke-27 dari program BBM Satu Harga. Peresmian SPBU Kompak di pulau terluar Bali tersebut dilakukan anggota Komite BPH Migas M Ibnu Rizal, M Lobo Balia, dan Ahmad Rizal bersama Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi (Migas) Ditjen Migas Harya Adityawarman, GM Pertamina MOR V Herman M Zaini, dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta.

Ibnu mengatakan, BBM Satu Harga adalah sebuah kebutuhan yang tidak tergantikan. "BBM Satu Harga ini adalah suatu keniscayaan, suatu kebutuhan. Beberapa tahun yang lalu di daerah 3T bukan cuma harganya mahal, tapi enggak ada barangnya. Itu yang jadi persoalan. Kalau sekarang, di penyalur itu harganya sama, di luar penyalur atau di pengecer mungkin harganya berbeda. Nah itu yang harus kita atur mekanismenya, tapi paling tidak barangnya ada. Itu akan secara bertahap kita perbaiki," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (4/11).

Beroperasinya BBM Satu Harga di Nusa Penida l, menurut Harya, tidak lain karena daerah ini merupakan pulau terdepan, sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penetapan Pulau-Pulau Kecil Terluar.

"Kalau daerah Nusa Penida ini adalah daerah terdepan di Keppres, sehingga terpilih untuk kita menempatkan BBM Satu Harga di Nusa Penida ini," jelas Harya.

Dengan diresmikannya SPBU Kompak ini, masyarakat Nusa Penida kini mendapatkan tambahan pasokan BBM dengan jarak yang lebih dekat, yakni hanya 150 meter dari Pelabuhan Nusa Penida. Sebelumnya, 2 SPBU lain telah beroperasi namun berjarak sekitar 6 km dan 15 km dari pelabuhan.

Tentunya hal tersebut akan meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan dalam membeli BBM. Pemerintah Kabupaten Klungkung pun yakin bahwa SPBU Kompak akan mendukung perkembangan sektor pariwisata, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Nusa Penida.

Melalui program BBM Satu Harga, Pemerintah bersama Pertamina berkomitmen untuk terus menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu agenda prioritas pemerintahan Jokowi-JK yang termasuk dalam Nawacita: membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya