PLTMG Jayapura Resmi Dioperasikan

Andhika Prasetyo
27/10/2017 13:33
PLTMG Jayapura Resmi Dioperasikan
(Presiden Jokowi didampingi Dirut PT PLN Persero, Sofyan Basir (tengah) saat meninjau infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (17/10)---SETPRES/RUSMAN)

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) Wilayah Papua, Jumat (27/10), untuk pertama kalinya melakukan pengoperasian atau first synchron pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) di Holtekamp, Jayapura, dengan daya 50 megawatt (Mw).

PLTMG Holtekamp merupakan satu dari dua proyek yang dibangun pada awal tahun ini di Papua. Satu PLTMG lainnya terletak di Nabire, dengan kekuatan 20 Mw dan akan dioperasikan pada 2 November mendatang.

Dengan dioperasikannya PLTMG Holtekamp, Direktur Bisnis PT PLN Regional Maluku Papua Ahmad Rofik berharap rasio elektrifikasi di Papua akan terus meningkat.

Sesuai program PLN Regional Maluku dan Papua, rasio elektrifikasi di provinsi paling timur Indonesia itu diharapkan bisa mencapai 85% pada 2020.

"Kami akan terus melakukan pembangunan infrastuktur tenaga listrik pada beberapa desa, kecamatan dan kabupaten yang belum teraliri sehingga pada 2020 semua sudah terang," ujar Ahmad melalui keterangan resmi di Jakarta, Jumat (27/10).

Pada 2018, ditargetkan setidaknya akan dibangun 10 pembangkit listrik baru yang tersebar di Papua dan Papua Barat yakni Merauke 40 Mw, Biak 15 Mw, Serui 10 Mw, Timika 10 Mw, Manokwari 20 Mw, Raja Ampat 10 Mw, Sorong 30 Mw , Fakfak 10 Mw, Jayapura 40 Mw, dan Kaimana 10 Mw.

"Pembangunan pembangkit listrik ini telah selaras dengan program Indonesia Terang di Papua dan mendukung rencana penyelenggaraan PON XX di Papua, termasuk di beberapa kabupaten yang ada venue PON 2020, " tandasnya.

Sementara itu, General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan Papua Henrison A Lumbanraja mengatakan, sebelum dibangun PLTMG terbaru daya mampu Jayapura mencapai 83 Mw. Dengan masuknya tambahan sebesar 50 Mw listrik yang tersedia dalam sistem, Jayapura kini memiliki 133 Mw dengan penambahan sekitar 60% dari daya saat ini.

Dengan meningkatnya pasokan listrik, pemadaman akibat neraca daya defisit dapat diminimalisir, dan membuka peluang baru bagi investor-investor untuk menjalankan perekonomian di wilayah ini. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya