Daya Saing SDM Indonesia Wajib Ditingkatkan

Ghani Nurcahyadi
24/10/2017 20:21
Daya Saing SDM Indonesia Wajib Ditingkatkan
(Ist)

PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia yang relatif tinggi ternyata masih belum dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Sejumlah laporan ekonomi intenasional menunjukkan masih adanya kesenjangan keterampilan (skill gap) yang bisa menghalangi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam memanfaatkan peluang.

Mengutip data Asian Development Bank Outlook 2017 dan beberapa publikasi lainnya, Direktur PQM Consultants, Marc Irawan, mengatakan, penyebab kesenjangan antara lain kurangnya dana dan investasi dari pemerintah dalam edukasi, kualitas edukasi, dan adanya ketidakselarasan antara keterampilan yang dimiliki lulusan baru dan kebutuhan industri.

Merayakan 30 tahun berdirinya perusahaan konsultan manajemen itu di Tanah Air, PQM Consultants mendorong peran sektor industri dalam meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Dorongan tersebut dikemas dalam seminar bertajuk 'Developing People for Indonesia's Competitiveness' di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (24/10).

"Perusahaan seperti BCA, Total Bangun Persada, dan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) adalah contoh perusahaan yang unggul dalam industrinya karena fokus dan komitmen dalam membangun SDM-nya secara strategis. Dan kita semua ingin belajar dari pengalaman mereka," kata Marc.

Ketiga eksekutif dari perusahaan yang disebutkan Marc itu juga menjadi pembicara utama dalam seminar satu hari tersebut. Mereka memaparkan sejumlah kiat meningkatkan kualitas SDM. Salah satunya menggunakan metode practical in-company training bernama Kaizen, suatu filosofi dari Jepang yang memfokuskan diri pada pengembangan dan penyempurnaan secara terus-menerus.

Marc memastikan, sebagai konsultan, pihaknya akan lebih banyak menggunakan metode practical n-company training seperti 'autonomous maintenance in real factory' yang dilakukan di pabrik PT Komatsu Undercarriage Indonesia (KUI) mulai tahun depan. Sementara pelatihan Kaizen sudah memasuki angkatan ke-20 November mendatang.

"Dengan proses kolaborasi, kami telah mendesain program-program pengembangan akselerasi seperti management development programme (MDP) dan lain-lain di berbagai industri untuk mempercepat pengembangan keterampilan SDM guna mengisi skill gap yang belakangan ini terus menjadi isu utama industri," kata Managing Director PQM Consultants, Yuwono Wijanarko. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya