Presiden Minta Kerja Sama dengan Qatar Ditindaklanjuti

Rudy Polycarpus
23/10/2017 22:59
Presiden Minta Kerja Sama dengan Qatar Ditindaklanjuti
(AFP PHOTO / POOL / Adi WEDA)

PRESIDEN Joko Widodo meminta kementerian-kementerian terkait menindaklanjuti kesepakatan, peluang bisnis serta peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi pasca kunjungan kenegaraan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani di Istana Bogor, Rabu (18/10).

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, proyek yang segera ditawarkan kepada Qatar ialah Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Nusa Tenggara Barat.

"Presiden memberikan perintah supaya tindak lanjuti kunjungan Emir Qatar ke sini. Minggu ini kami rapat dan tawarkan beberapa proyek, salah satunya Mandalika, itu proyek wisata," ujarnya di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (23/10).

Menurut Luhut, pemerintah Qatar menyambut baik tawaran investasi tersebut. Qatar berencana masuk ke berbagai sektor seperti membangun penginapan di Mandalika. Pasalnya, Sheikh Tamim terkesima dengan keindahan alam Mandalika setelah diperlihatkan gambar suasana di pulau itu oleh Jokowi.

Lebih lanjut Luhut mengatakan, agar lebih banyak investasi yang masuk ke Mandalika, pemerintah akan melakukan berbagai pengembangan infrastruktur, seperti terminal dan bandara.

"Lapangan terbang di Lombok sekarang 2.600 meter (runway), nanti mau dibuat 3 ribuan meter, sehingga pesawat 380 (Airbus) bisa mendarat di sana," tandasnya.

Kerja sama sektor lain, Indonesia tertarik mengimpor gas dari Qatar karena terbilang murah. Menurut Luhut, Indonesia bisa mendapatkan harga jual US$7,16 per MMBTU.

"Soal realisasi pembelian gas dari Qatar, Luhut mengatakan masih dalam proses. Bila kerja sama terealisasi, gas yang didapatkan dari Qatar akan didistribusikan ke wilayah barat Indonesia. Sekarang Pak Archandra (wakil menteri ESDM) sedang menyelesaikan. Saya kira hampir final. Kalau itu jadi untuk Indonesia Timur cost-nya lebih murah," jelasnya.

Luhut menyebutkan Presiden berharap sejumlah kerja sama dengan negeri kaya minyak bisa terealisasi pada kuartal pertama 2018. "Presiden mau semuanya selesai kuartal satu tahun depan perjanjiannya," cetus Luhut.

Sementara, Menteri ESDM Ignasius Jonan memastikan pembelian gas alam cair dari Qatar hanya dapat dilakukan jika harga di dalam negeri lebih mahal.

Pasokan gas dari Qatar tersebut rencananya akan digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Sumatera Utara, hasil kerja sama PT PLN dan perusahaan anak BUMN Qatar.

"Dalam perjanjian itu, kami mengizinkan Qatar boleh memasok gas dari luar negeri untuk PLTGU, tapi satu harganya. Maksimum 14% ICP (Indonesia Crude Price)," jelas Jonan.

Menurut Jonan, Presiden mengizinkan impor gas selama harganya lebih murah dan diprediksi bisa mendorong industrialisasi lebih kompetitif. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya