Pembangunan Smelter Berdampak Positif pada Ekonomi Daerah

Antara
18/10/2017 16:52
Pembangunan Smelter Berdampak Positif pada Ekonomi Daerah
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

PENGAMAT pertambangan Fahmi Radhi mengatakan, pembangunan smelter, khususnya di pelosok daerah di Kawasan Indonesia Timur, patut mendapat dukungan karena akan memberikan multiplier effects atau dampak positif yang besar bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

"Bagi pemerintah daerah kehadiran pabrik smelter ini akan meningkatkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) secara signifikan," kata Fahmi di Jakarta, Rabu (18/10).

Salah satu smelter yang telah selesai dibangun di Kawasan Indonesia Timur ialah fasilitas pengolahan dan pemurnian biji nikel di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Smelter ini dibangun oleh Harita Grup melalui anak usahanya PT Megah Surya Pertiwi.

Menurut Fahmi, pembangunan smelter berupa fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Pulau Obi tidak hanya menguntungkan bagi industri tambang di dalam negeri, tetapi memberikan nilai tambah serta multiplier effects, berupa tumbuhnya lapangan pekerjaan baru, serta munculnya industri-industri terkait.

MSP sendiri telah menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) biji nikel di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Smelter ini ditargetkan mampu menghasilkan hingga 200 ribu ton ferronickel per tahun dengan kadar pemurnian 10-12%. Nantinya, smelter juga menerima suplai biji nikel dari perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel lainnya di Halmahera Selatan. Investasi smelter mencapai US$350 juta.

Fasilitas ini mengadopsi teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang terdiri atas tiga lini untuk mengoptimalkan produksi. Kebutuhan tenaga listrik smelter MSP dipasok dari PLTU berkapasitas 3 x 38 Megawatt.

Fahmi menyebutkan, sesuai Undang-Undang Minerba, perusahaan tambang diwajibkan untuk membangun smelter atau pabrik pengolahan dengan tujuan bukan hasil tambang mentah yang dipasok ke pasar, tetapi sudah produk jadi untuk memberikan nilai tambah bagi daerah dan negara. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya