Masyarakat Berpenghasilan Rendah Harus Dapat Akses Hunian TOD

Erandhi Hutomo Saputra
10/10/2017 19:57
Masyarakat Berpenghasilan Rendah Harus Dapat Akses Hunian TOD
(MI/Panca Syurkani)

MENTERI BUMN Rini Soemarno menegaskan jika pengembang hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) harus mengalokasikan minimal 30% unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

"Minimal harus 30% dan harga harus Rp7 juta/meter dengan kualitas yang baik," ujar Rini usai groundbreaking pembangunan TOD di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (10/10).

Rini menekankan alokasi tersebut kepada Wijaya Karya (WIKA) sebagai pengembang yang berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia dalam membangun TOD Stasiun Pasar Senen tersebut.

Rini menyebut, alokasi hunian untuk MBR di Stasiun Pasar Senen nantinya sebesar 35% dengan luas unit sebesar 32 m2. Sehingga jika dikalkulasikan harga satu hunian untuk MBR sebesar Rp224 juta. Adapun masyarakat berpenghasilan rendah dapat membeli hunian TOD itu melalui skema pembiayaan FLPP di Bank Tabungan Negara (BTN)

"Nanti akan mendapat subsidi dari pemerintah yaitu subsidi untuk DP 1% dan subsidi bunga sehingga bisa memadai, kalau pada pesan nanti tinggal diproses BTN," tukasnya.

Di tempat yang sama, Menteri Pekerjaan Umum dan Perummahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, nantinya MBR yang ingin menjual hunian TOD tidak bisa menjual selain kepada pengelola. Hal itu agar MBR yang lain bisa memanfaatkan.

Basuki pun berseloroh jika masyarakat yang mempunyai hunian TOD mempunyai bonus yang tidak dimiliki pemilik apartemen yang lain. Bonus itu yakni masyarakat bisa mendapatkan kereta api sebagai alat transportasi sehingga tidak terkena macet di jalanan Jakarta.

"Nanti rakyat beli apartemen dapat kereta api, ini tunjukkan keseriusan kami untuk mengatasi masalah urbanisasi perkotaan," tukasnya.

Dengan hunian TOD di Stasiun Pasar Senen itu, lanjut Basuki, masyarakat juga akan mempunyai kesempatan untuk memiliki hunian di tengah kota.

"Nanti kan di kartu identitas daerah Senen Menteng, kalau saya kan Bekasi Timur," selorohnya.

Adapun Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo menyatakan, pengembangan TOD tersebut memakan dana sekitar Rp500 miliar. Proyek itu direncanakan selesai dalam waktu empat tahun dan waktu kerja sama selama 50 tahun. TOD Stasiun Pasar Senen itu didirikan di atas lahan seluas 8.560 meter persegi. Jumlah tower yang akan dibangun sebanyak tiga bangunan dengan jumlah unit rusunami sebanyak 480 unit, dan apartemen middle low 882 unit.

"Ini adalah salah satu wujud komitmen WIKA dalam mendukung program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan. WIKA siap mendukung dengan bersinergi dengan BUMN pemilik lahan dalam hal ini KAI, untuk mewujudkan pembangunan TOD di area Stasiun Pasar Senen," tutup Bintang. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya