ESDM Lakukan 5 Langkah Perbaiki Ketenagalistrikan

Cahya Mulyana
29/9/2017 12:36
ESDM Lakukan 5 Langkah Perbaiki Ketenagalistrikan
(pln.co.id)

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memfokuskan menjalankan 5 langkah perbaikan untuk meningkatkan tata kelola sektor ketenagalistrikan. Lima pilar tersebut merupakan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

"Mengenai kelistrikan, sebenarnya sudah berkali-kali kita diskusi dan sampaikan di seminar. Intinya, Pemerintah fokus kepada lima pilar," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam keterangan pers, Jumat (28/9).

Jonan menyampaikan lima pilar yang dimaksud adalah meningkatnya rasio elektrifikasi, distribusi yang adil, keberlanjutan terkait kesetaraan dan keberlanjutan, iklim investasi yang kondusif dan pertumbuhan ekonomi serta tata kelola yang baik.

Terkait perkembangan program 35.000 MW, Pemerintah terus berkomitmen melanjutkan program stategis nasional tersebut.

"Arahan Bapak Presiden tetap akan dilanjutkan walaupun tidak semua selesai di tahun 2019," jelasnya.

Jonan menyatakan program 35.000 MW akan masuk sebagai rencana jangka panjang nasional (multiyear). Pada tahun 2019, realisasi program tersebut akan mencapai sekitar 20.000 MW dan dorongan serupa juga ditujukan kepada peningkataan rasio elektrifikasi.

"Targetnya Pemerintah 97% di tahun 2019, tapi saya bilang ke Pak Sofyan (Dirut PLN) jangan 97% tapi 99%," ungkapnya.

Terkait proryek 35.000MW, Jonan menegaskan bahwa Pemerintah akan terus meningkatkan rasio elektrifikasi. Untuk itu, program pembangunan pembangkit 35.000 mega watt (MW) tidak mengalami perubahan.

"Arahan Bapak Presiden 35.000 MW itu tetap dijalankan. Sampai 2019, diharapkan paling kurang 17.000 mega watt (MW) tambahan dibanding dengan akhir 2014. Tapi (17.000 MW tersebut) di akhir 2019 ya menghitungnya. Lima tahun diharapkan separuh kurang lebih, jadi itu Commercial Operation Date (COD) ya," tegasnya.

Sementara separuh dari proyek tersebut diharapkan selesai maksimal pada tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu faktor pertumbuhan kapasitas listrik yang terpasang. "Yang separuhnya terus. Mudah-mudahan 2023, 2024 selesai, atau tahun 2025. Ini menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dulu diharapkan 7-8%, sekarang hanya sekitar 5%. Itu terefleksi. Demand (permintaan) listrik juga ada refleksinya. Demand listrik pernah sampai delapan persen lebih, enam persen, sekarang per satu semester mungkin kurang dari 3 persen," pungkasnya.

Pada tahun 2017, hingga September, total kapasitas pembangkit adalah sekitar 60 ribu MW. Adapun progres Proyek 35.000 MW yaitu 773 MW pembangkit telah beroperasi secara komersial/COD. Sebesar 15.266 MW tengah dalam tahap konstruksi. Sebanyak 10.255 MW telah melakukan perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) namun belum konstruksi. Di samping itu, 4.563 MW saat ini tengah dalam proses pengadaan dan 6.970 MW dalam tahap perencanaan. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya