Butuh 6 Bulan Turunkan Bunga Deposito dan Kredit

Erandhi Hutomo Saputra
23/9/2017 18:15
Butuh 6 Bulan Turunkan Bunga Deposito dan Kredit
(ANTARA)

BANK Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) pada September ini di level 4,25%.

Artinya, dalam dua bulan terakhir BI menurunkan bunga acuannya secara berturut-turut sebesar 50 bps. Penurunan itu tentu saja diharapkan diikuti oleh perbankan untuk menurunkan suku bunga deposito dan kreditnya masing-masing.

Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual mengatakan, penurunan bunga deposito dan kredit telah dilakukan oleh perbankan sejak beberapa bulan yang lalu. Meski demikian, dengan penurunan bunga acuan yang baru dilakukan oleh BI tersebut, tidak bisa serta merta langsung diikuti oleh perbankan dengan menurunkan bunga deposito dan kreditnya.

"Transmisi ke suku bunga perbankan memang perlu waktu sekitar 6 bulan," ujar David di Jakarta, Sabtu (23/9).

Sementara itu, Dirut Bank BTN dan Ketua Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara) Maryono mengatakan suku bunga acuan dari BI itu membuat bank-bank BUMN bakal lebih mendorong pertumbuhan kredit atau penempatan dana bank.

BTN dan Himbara, tuturnya, akan menyesuaikan dengan menurunkan suku bunga deposito dan kreditnya dengan perlahan.

"BTN dan Himbara pasti akan menyesuaikan. Tapi melihat komponen lain yang mempengaruhi semisal biaya dana, artinya perlu waktu untuk penyesuaian tersebut," tukasnya.

Adapun ekonom Indef Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi, transmisi penurunan suku bunga acuan ke suku bunga kredit akan melambat karena perbankan masih mempertimbangkan kondisi perekonomian yang masih dalam tahap pemulihan.

Hal itu dibuktikan dengan risiko penyaluran kredit ke sektor riil yang masih tinggi, dan terlihat dari kredit macet (non perfoming loan/NPL) per Juli sebesar 3%. Bahkan NPL di perdagangan di atas 4,6% dan manufaktur 3,3%.

Lalu terdapat permasalahan dari sisi likuiditas yang membuat suku bunga deposito juga diprediksi turun melambat. Akibatnya Net Interest Margin (NIM) perbankan berada di atas 5,3% untuk mengkompensasi potensi tekanan likuiditas.

"Kesimpulannya bank sampai awal 2018 masih melakukan konsolidasi dan menahan ekspansi. Efek penurunan suku bunga acuan BI diprediksi baru dirasakan Maret-April 2018," ucap Bhima.

Perlambatan penurunan suku bunga kredit perbankan itu sesuai dengan catatan BI, di mana periode Januari 2016-Agustus 2017 hanya turun 115 bps, itu lebih rendah dibanding penurunan bunga acuan sebesar 175 bps pada periode waktu yang sama.

Namun demikian, ia menilai ruang pelonggaran moneter yang makin sempit akan membuat BI menahan suku bunga acuannya di angka 4,25% pada periode Oktober-Desember

"Dengan sempitnya ruang BI untuk turunkan suku bunga acuan cara lainnya adalah dorong efisiensi bank dan perbaiki sektor riil dengan insentif, percepat bangun infrastruktur plus jaga iklim investasi," jelasnya.

Kepala Departemen Kebijakan BI Dody Budi Waluyo menilai, perbankan memang membutuhkan waktu untuk mengikuti kebijakan suku bunga BI. Biasanya, waktu yang dibutuhkan 3 hingga 4 kuartal.

"Memang ada waktu time lag suku bunga kebijakan dengan kredit, sekitar 3-4 triwulan, itu biasanya dalam kajian kita begitu," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya