Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPERCAYAAN investor terhadap pasar pelaku usaha rintis atau startup di Indonesia tercatat terus mengalami pertumbuhan. Hal itu terlihat dari nilai investasi yang terus meningkat dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Google bersama AT Kearney, perusahaan konsultan dunia, diketahui nilai investasi terhadap perusahaan-perusahaan startup Indonesia melonjak dari US$44 juta pada 2012, menjadi US$1,4 miliar pada akhir 2016 dan terus menanjak hingga US$3 miliar pada Agustus 2017.
Fakta tersebut tentu menjadi angin segar bagi perkembangan industri Tanah Air khususnya ekonomi kreatif berbasis digital.
Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen mengungkapkan, meski masih dalam tahap awal, startup di Indonesia sudah bisa mencapai kemajuan yang pesat, khususnya pada sektor perdagangan elektronik (e-commerce) dan transportasi.
"Kami dapat melihat momentum investasi startup terus naik. Para investor modal ventura sangat percaya terhadap peluang yang ada di Indonesia saat ini," ujar Tony di Jakarta, Selasa (19/9).
Besarnya potensi akan industri startup di Indonesia menurutnya tidak terlepas dari tingginya jumlah penduduk yang mencapai seperempat miliar jiwa. Ditambah terus tumbuhnya jumlah kelas menengah dan begitu banyaknya populasi generasi milennial yang melek teknologi.
"Potensi pasar untuk pertumbuhan ini sangat bagus. Tetapi tentu saja ini harus didukung talenta-talenta hebat agar startup bisa memenuhi permintaan pasar," tuturnya.
Masih berdasarkan studi yang dilakukan, Tony sangat optimis angka investasi masih akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.
Pasalnya, walaupun masih di bawah Singapura, para investor menganggap Indonesia masih jauh lebih baik jika dibandingkan negara-negara lainnya di Asia Tenggara.
Pada 2016, angka investasi di Asia Tenggara mencapai US$6,8 miliar. Singapura menjadi negara tujuan penanaman modal terbesar dengan presentase 41% dan disusul Indonesia di angka 19%.
"Mereka masih optimis dan kami pun percaya potensi ekonomi digital di Indonesia akan terus tumbuh," tandasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved