Pemerintah lagi Senang-senangnya Bangun Aceh

Kim/FD/X-10
10/3/2015 00:00
Pemerintah lagi Senang-senangnya Bangun Aceh
Presiden Joko Widodo meresmikan proyek waduk Raksasa di Aceh(ANTARA/Rahmad)

PEMERINTAH pusat menaruh perhatian besar dan turut campur menggenjot pertumbuhan ekonomi Provinsi Aceh.

Itu dibuktikan dengan gelontoran berbagai program prioritas di sektor infrastruktur yang bernilai triliunan rupiah.

Salah satu program yang sudah mulai dijalankan ialah megaproyek bendungan Krueng Keureuto di Aceh Utara.

Bendungan yang menelan biaya hingga Rp1,7 triliun itu akan memiliki kapasitas 215,94 juta meter kubik dan bakal mengairi sekitar 9.500 hektare sawah.

Presiden Joko Widodo menegaskan, selain sebagai irigasi, bendungan itu berfungsi sebagai solusi untuk mengatasi banjir besar yang sering melanda wilayah Lhoksukon dan sebagai pembangkit listrik tenaga air sebesar 6 Mw.

"Ini adalah sebuah bendungan yang dibuat dengan fungsi bermacam-macam. Saya titip, kalau sudah jadi, tolong dirawat," kata Jokowi di lokasi groundbreaking bendungan tersebut di Blang Pante, Paya Bukong, Aceh Utara, kemarin.

Selain bendungan, Jokowi mengungkapkan proyek yang pembangungannya akan dikejar ialah perluasan landasan pacu bandara yang ada di Aceh.

"Tahun ini kita kejar pembangunannya. Tujuannya agar pesawat berbadan lebar bisa mendarat sehingga turis dan investor dimudahkan masuk ke Aceh," tegasnya.

Terkait dengan infrastruktur jalan, Presiden juga menegaskan proyek jalan tol trans-Sumatra juga akan dimulai.

"Pemerintah pusat lagi senang-senangnya bangun di Aceh," ujar Jokowi sambil terkekeh.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menyebutkan tidak ada keistimewaan untuk anggaran pembangunan Aceh di APBN-P 2015 bila dibandingkan dengan provinsi lain.

Akan tetapi, pihaknya tetap memperhatikan apa yang jadi kebutuhan prioritas Aceh, terutama pembangunan infrastruktur. "Pembangunan jalan-jalan masih diprioritaskan, termasuk air dan perumahan," kata Basuki.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah menimpali, pihaknya memang menginginkan bantuan dari pusat untuk mengatasi ketertinggalan pembangunan infrastruktur.

"Terutama sekali menyangkut pembangunan Aceh yang masih berjalan sangat lambat, terutama soal infrastruktur jalan ataupun waduk dan bendungan," harapnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya