Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Untuk memastikan agar slot satelit Telkom 1 tidak terlalu lama kosong, maka Telkom berencana agar peluncuran satelit Telkom 4 bisa lebih cepat dari jadwal semula yang direncanakan pada Agustus 2018. Direktur Utama Telkom Alex Sinaga mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan melakukan rapat dengan pembuat Telkom 4 yakni Space System/Loral (SSL) pada dua hari lalu (10/9).
Dalam rapat tersebut SSL mengaku bisa mempercepat penyelesaian produksi Telkom 4 selama 60 hari atau dua bulan lebih awal. "Kami punya perjanjian dengan pabrikan satelit Telkom 4, dua hari lalu rapat terbaru hasilnya adalah ada kemungkinan kami dapat margin 60 hari lebih cepat dari jadwalnya," ujar Alex di Gedung Kemenkominfo Jakarta, hari ini.
Dengan tenggat penyelesaian yang lebih cepat dari jadwal tersebut, Alex selanjutnya akan berkoordinasi dengan perusahaan yang akan meluncurkan satelit Telkom 4 yakni Falcon-9 dari SpaceX yang dimiliki Elon Musk.
Koordinasi dengan perusahaan peluncur tersebut penting agar Telkom 4 bisa meluncur lebih awal, meski Telkom 4 sudah mendapat jadwal meluncur pada Agustus 2018. Namun dengan kondisi rusaknya Telkom 1 maka Alex menginginkan agar Telkom 4 bisa mengorbit lebih cepat.
"Margin 60 hari ini akan kami negosiasikan dengan (perusahaan) peluncur apakah antriannya bisa dimajukan, karena banyak antriannya tetapi biasanya ada satelit yang telat sehingga bisa kemungkinan tukar tempat antrian," tukasnya.
Di tempat yang sama, Menkominfo Rudiantara menegaskan pemerintah akan terus melakukan korespondensi dengan International Telecommunication Union (ITU) setelah sebelumnya telah mengirim notifikasi kepada ITU pada (4/9). Hal itu dilakukan agar slot milik Telkom 1 aman dan bisa dipakai oleh Telkom 4.
"Agar slot itu aman biasanya butuh waktu 3 tahun sebelumnya, tapi kita ingin pastikan walau hanya 1 tahun tapi slot untuk Telkom 4 aman," ucapnya.
Dirjen Sumber Daya & Perangkat Pos & Informatika (SDPPI) Ismail MT menyebut setelah dirinya mengajukan surat pemberitahuan kepada ITU, selanjutnya Kemenkominfo tinggal menunggu laporan final dari Telkom terkait penyebab rusaknya Telkom 1 untuk kemudian diteruskan ke ITU.
Laporan dari Telkom tersebut yang kemudian akan dijawab oleh ITU, meski demikian Ismail mengatakan jika ITU menghargai pemberitahuan dari pemerintah. "Beberapa bulan ke depan akan ada jawaban setelah melengkapi dokumen teknis hasil kajian," tukasnya. (OL-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved