Peran Penting Furnitur Dalam Perekonomian Nasional

25/8/2017 22:21
Peran Penting Furnitur Dalam Perekonomian Nasional
()

JANGAN anggap remeh keberadaan industri kecil dan menengah (IKM), khususnya furnitur. Hasil dari ekspor yang dilakukan sudah menghasilkan devisa triliunan rupiah.

Kondisi industri furnitur selama ini berperan penting bagi perekonomian Indonesia. Selain merupakan industri padat karya dengan 4 juta orang yang mengandalkan industri ini sebagai andalan sumber penghasilan, industri ini menyumbangkan devisa US$1,76 miliar (2011), US$1,83 miliar (2012), US$1,81 miliar (2013), US$ 1,87 Miliar (2014) dan US$1,9 miliar (2015).

Sedangkan jika dilihat dari kontribusi PDB 2016, sektor industri dan jasa terkait industri memberikan sumbangsih sebesar 31,3%. Sehingga terlihat bahwa industri merupakan salah satu penyangga struktur ekonomi Indonesia.

Hal itu terungkap ketika Direktur IKM Pangan Barang dari Kayu dan Furnitur (PBKF) Kementerian Perindustrian Sudarto memberikan sambutan saat membuka Workshop e-Smart Direktorat IKM PBKF di Hotel Santika, Cirebon, awal pekan ini.

"Berdasarkan data United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) 2016, Indonesia berada di urutan ke-10 negara berbasis manufaktur dilihat dari nilai tambah manufaktur. IKM merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat secara luas," ujar Sudarto

IKM merupakan sektor industri padat karya dan telah memasok kebutuhan pasar domestik. Kedua hal tersebut telah berdampak positif terhadap kesempatan berusaha dan kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, sudah sewajarnya IKM mendapat perhatian yang nyata dari pemerintah dalam rangka menumbuh kembangkan dan meningkatkan daya saing IKM.

Di sisi lain, Kabupaten Cirebon telah dikenal sebagai salah satu pusat furniture dan kerajinan rotan terbesar di Tanah Air. Bahkan produk industri rotan dari Cirebon banyak yang telah diekspor ke negara-negara di Asia, Eropa maupun Amerika.

"Selain pasar ekspor, kami juga meyakini pelaku industri skala kecil dan menengah furniture rotan di Cirebon dapat mengisi pasar dalam negeri seperti perhotelan, tempat wisata, instansi pemerintah dan sekolah, yang merupakan pasar potensial untuk digarap secara lebih serius," tambah Sudarto lagi.

Salah satu strategi untuk penguatan IKM Rotan Cirebon untuk meningkatkan daya saing ialah akses supply bahan baku rotan. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kekompakan di antara para pelaku industri.

Sudarto kemudian menegaskan, pendekatan kelompok industri juga akan lebih memudahkan pemerintah pusat dalam memberikan berbagai program bantuan, seperti fasilitasi KUR, event promosi, branding, HKI, sertifikasi produk maupun program e-Smart IKM yang saat ini sedang dilaksanakan.

Penggunaan e-Smart IKM merupakan sistem database IKM yang tersaji dalam profil industri, sentra, dan produk yang diintegrasikan dengan market place yang ada.

"Selain memiliki manfaat bagi peningkatan akses pemasaran melalui media daring, data dari e-Smart IKM dapat menjadi salah satu bahan analisa pembuatan kebijakan pembinaan IKM ke depannya. Melalui e-Smart IKM diharapkan akan diketahui kebutuhan pembinaan IKM dan respons kebijakan yang dibutuhkan," tegasnya.

Workshop e-Smart ini merupakan tindak lanjut dari program e-Smart IKM Kemenperin yang telah dilaunching pada 27 Januari 2017. Kegiatan workshop untuk komoditi PBKF ini diikuti 40 pelaku IKM di Cirebon. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya