Pajak tidak Terlalu Jadi Momok bagi Investor

MI
07/8/2017 10:29
Pajak tidak Terlalu Jadi Momok bagi Investor
(MI/Arya Manggala)

MASALAH perpajakan bukan menjadi satu-satunya faktor bagi investor dalam menentukan investasi mereka di suatu negara. Menurut Direktur The Economist Corporate Network (ECN) Robert Koepp, faktor pertama yang membuat investor memilih negara lain di luar negaranya untuk berinvestasi, khususnya di ekonomi digital, ialah sumber daya manusia (SDM).

Ia menyebut, berdasarkan survei oleh Alphabeta, faktor SDM menyumbang sebanyak 91% dari tujuh faktor yang dipertimbangkan investor di bidang ekonomi digital. Faktor kedua sebesar 88% ialah iklim investasi, sedangkan faktor terbesar ketiga barulah perpajakan di negara tujuan investasi sebesar 83%. Faktor pertimbangan lainnya ialah hukum (79%), riset dan kolaborasi komersial (73%), stabilitas makroekonomi (72%), dan permintaan pasar dalam negeri (71%).

"Kenapa investor memilih SDM atau orang terlatih? Ini masuk akal karena kita butuh SDM yang terlatih," ujar Robert dalam diskusi bertajuk Pengaruh Pajak pada Investasi Perusahaan, Ekonomi Digital, dan Geopolitik Regional di Jakarta, belum lama ini.

Meski masalah pajak bukanlah yang utama, untuk di Indonesia beberapa persoalan masih menjadi isu yang sangat penting yang dipertimbangkan investor. Beberapa isu tersebut ialah inkonsisten dan tidak bisa ditebaknya perlakuan otoritas pajak, peraturan pajak yang kompleks, dan perlakuan yang terlalu agresif oleh otoritas pajak. Isu tarif pajak korporasi tidak terlalu mengkhawatirkan para investor.

Pemimpin Segmen Pasar Pajak ASEAN Ben Koesmoeljana menilai tarif pajak untuk korporasi sebaiknya diturunkan. Pasalnya hal itu bisa menjadi daya tawar bagi Indonesia untuk bersaing di ASEAN dalam hal menarik investasi asing. Menurutnya, Hal itu disebabkan tarif pajak di negara-negara ASEAN lebih rendah ketimbang Indonesia.(Nyu/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya