Pemerintah Segera Naikkan Harga Gabah Petani

MI/Mus/Ant/X-5
07/3/2015 00:00
Pemerintah Segera Naikkan Harga Gabah Petani
(ANTARA FOTO/Siswowidodo)
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta para petani tetap semangat berproduksi atau bercocok tanam. Dengan demikian, produksi beras akan terus meningkat sehingga tidak ada impor lagi. Untuk menggairahkan para petani, Kepala Negara berjanji menaikkan pembelian harga gabah kering panen petani.

''Saya berkomitmen untuk tidak mengimpor beras. Namun, hal itu harus mendapat dukungan dari dalam negeri, khususnya para petani. Jadi, itu tergantung pada panjenengan (Anda) semua,'' ujar Presiden di depan ratusan petani di persawahan di Jetis, Ponorogo, Jawa Timur, kemarin.

Tentang kapan penaikan harga gabah itu diteken, Presiden mengatakan paling lambat pada akhir bulan ini. Berapa besarnya? "Rahasia. Nanti dinaikkan dengan harga yang pas," kata Jokowi disambut tepuk tangan petani dan hadirin.

"Mugi-mugi (semoga), setelah tanamnya pakai mesin tanam, dipanen dengan mesin panen, produksinya diharapkan meningkat," lanjutnya. Pada kesempatan itu, Jokowi berkesempatan mencoba secara langsung mesin bercocok tanam dan memanen dengan mesin panen. Terkait dengan besaran penaikan harga gabah petani, Sekjen Kementerian Pertanian, Hari Priono, pernah mengatakan maksimal pada angka 10% dari harga sekarang, Rp3.350 per kilogram.

''Harus kita pertimbangkan karena berpengaruh terhadap infl asi. Dengan harga beli gabah Rp3.300 saja, sekarang harga beras sudah Rp10 ribu per kilogram. Bagaimana kalau harga gabah Rp6.000?'' kata Hari di Kantor Gubernur Kalimantan Timur (5/3).

Presiden menegaskan bahwa pemerintah telah dan akan terus melakukan langkah-langkah untuk menaikkan produksi beras guna mencapai swasembada pangan. Sejumlah langkah itu, antara lain, perbaikan irigasi, penyediaan pupuk, pemberian bantuan benih, serta pemberian bantuan 41 ribu traktor kepada petani.

Pada bagian lain, saat meninjau lahan jagung di kawasan Sukun, Ponorogo, Presiden mengungkapkan pemerintah akan merancang pola siklus tanam dan panen bahan pangan. Hal itu untuk menghindari penumpukan stok komoditas saat terjadi panen serentak. "Kalau barang banyak, harga anjlok, ini yang harus kita atur. Panen di Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan akan berganti-ganti." Dalam kunjungan kerjanya ke Kampung Reog itu, selain menghadiri panen raya dan tanam padi, Presiden juga berkesempatan berdialog dengan para petani. Ikut mendampingi Presiden, Ibu Negara Iriana, Mentan Amran Sulaiman, Gubernur Jatim Soekar wo, dan Bupati Ponorogo Amin.

Kunjungan Presiden ke Jatim akan berlangsung hingga besok. Disyukuri Rencana penaikan harga gabah oleh pemerintah itu disambut syukur Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir. Menurut dia, sebenarnya sudah ada besaran angka penaikan yang telah disepakati sejak Januari lalu, yakni 10,3%. "Tapi instruksi Presiden tentang penaikan tersebut belum turun," ujarnya ketika dihubungi, kemarin.

Winarno mengatakan harga pembelian gabah oleh pemerintah tidak pernah naik sejak 2012. Oleh karena itu, ia berharap pada tahun ini penaikan harga gabah terealisasi. "Harga gabah kering panen akan meningkat dari Rp.3.350 menjadi Rp3.635. Gabah kering giling naik dari Rp4.150 menjadi sekitar Rp.4.650 dan beras dari Rp.6.500 menjadi Rp.7.260," harapnya. Namun, lanjutnya, sesungguhnya angka-angka tersebut masih belum ideal seperti yang diharapkan petani. "Kami sebenarnya berharap naik sebesar 15%," ujarnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya