Raker dengan Mentan, DPD Apresiasi Kinerja Pertanian

Micom
05/7/2017 23:23
Raker dengan Mentan, DPD Apresiasi Kinerja Pertanian
(Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaima. MIFERDIAN ANANDA)

DEWAN Perwakilan Daerah (DPD) mengapresiasi prestasi pertanian di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait hasil kajian The Economiest Intelligen Unit (EIU) yang menempatkan sektor pertanian Indonesia masuk peringkat 25 besar dunia. Selain itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mampu menyediakan stok pangan selama Ramadan sehingga harga di posisi stabil.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi II DPD RI, Parlindungan Purba, pada Rapat Kerja (Raker) dengan Mentan di Jakarta, Rabu (5/7). Hadir pada raker ini Bupati Lampung Selatan, Bupati Karawang, dan perwakilan bupati daerah-daerah penyangga pangan DKI Jakarta.

"Keberhasilan ini, karena koordinasi yang mantap. Kementan bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, TNI, serta lainnya dalam masalah irigrasi dan sebagainya," kata Ketua Komite II DPD itu.

Berdasarkan hasil riset EIU dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation tentang Indek Keberlanjutan Pangan (Food Sustainability Index/FSI), sektor pertanian Indonesia masuk 25 besar dunia. Secara keseluruhan, Indonesia berada di peringkat 21 dengan skor 50,77 setelah Brasil, serta berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India.

Indonesia menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara atau ASEAN yang sukses menembus 25 besar. Ke depan, agar lebih meningkatkan ketahanan pangan nasional, khususnya di DKI Jakarta, Parlindungan menyampaikan beberapa catatan penting untuk dilakukan Kementan.

Pertama, harus menjaga inflasi di DKI Jakarta yang merupakan baromoter nasional. Kedua, ketahanan pangan harus terus ditingkatkan karena berpengaruh signifikan terhadap stabilitas negara. Ketiga, kondisi ketahanan pangan perlu dikembangan terus walaupun saat ini Indonesia meraih peringkat indeks ketahanan pangan ke 71 dari 113 negara dan masuk 25 besar dunia akan indeks keberlanjutan pangan dunia.

"Keempat, Kementan agar terus mengembangkan pangan terus khususnya untuk menjamin kebutuhan pangan di Ibu Kota Jakarta," pungkasnya.

Pada raker ini secara umum hampir semua anggota Komite II DPD menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja Kementan dengan harapan prestasi yang telah dicapai agar terus dipertahankan. Secara khusus beberapa anggota mengharapkan lahirnya payung hukum untuk pengembangan wilayah penyangga pangan Ibu Kota. Program pengembangan wilayah penyangga pangan Ibu Kota ialah program strategis di antaranya untuk menekan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Anggota DPD dari Dapil Sumatra Barat, Nafi Chandra, mengingatkan bahwa yang dibutuhkan Ibukota Jakarta bukan hanya jagung, sehingga kebutuhan komoditas perlu diidentifikasi dengan baik.

Secara spesifik, Aceng Fikri, anggota DPD dari Jawa Barat, mengatakan Mentan Amran adalah pemimpin yang mampu mengimplementasikan filosofi kepemimpinan Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani.

"Sejak umur 7 tahun, baru Lebaran sekarang pangan cukup dan harga stabil," tegasnya.

Di akhir pertemuan, Bupati Lampung Selatan, Bupati Lampung Tengah, Bupati Karawang, dan semua wakil daerah pendukung pangan DKI memberikan komitmen mereka mendukung penyediaan pangan untuk Ibu Kota Jakarta. (RO/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya