Pembangunan Pertanian Sudah On The Track

02/7/2017 21:21
Pembangunan Pertanian Sudah On The Track
(ANTARA/Prasetia Fauzani)

SEKTOR agro pertanian terus mengalami pertumbuhan dan dinilai berperan penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Kinerja positif tersebut tercermin dari laporan yang dirilis The Economist Intellegen Unit (IEC). Lembaga tersebut membuat peringkat berdasarkan capaian pembangunan pertanian di 113 negara tiap tahun, baik secara keseluruhan (overall) maupun aspek sustainable agriculture, nutritional challenges, serta food loss and waste.

Pada 2017 Indonesia tercatat dalam peringkat 25 besar negara-negara yang telah melaksanakan pembangunan pertanian on the track. Secara keseluruhan (overall) Indonesia ada pada peringkat 21 dengan skor 50,77 setelah Brasil, dan di atas UEA, Mesir, Arab Saudi dan India.

Dari aspek sustainability agriculture, Indonesia berada pada peringkat 16 dengan skor 53,87 setelah Argentina dan di atas Tiongkok, Ethiopia, AS, Nigeria, Arab Saudi, Afrika Selatan, Mesir, UEA, dan India.

Dari aspek nutritional challeges, Indonesia berada pada peringkat 18 dengan skor 56,79 setelah Brasil dan di atas Turki, Rusia, Mesir, Meksiko, Afrika Selatan, Nigeria, dan India.

Dari aspek food loss and waste, Indonesia ada di peringkat 24 dengan skor 32,53 setelah UEA dan di atas Arab Saudi.

Sebelumnya, data BPS menyebutkan bahwa pertumbuhan sektor pertanian berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 13,6%. Ketua Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menyebutkan sektor pertanian merupakan sektor kedua yang memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia.

"Sektor pertanian menjadi sangat penting, karena lebih dari separuh PDB sektor industri pengolahan adalah berbasis pertanian. Selain itu, sektor pertanian juga merupakan penyerap terbesar tenaga kerja, yaitu sekitar 35% dari total tenaga kerja," ujar Muliaman.

Bahkan Muliaman menambahkan jika sektor pertanian dipandang secara holistik dari hulu hingga hilir dalam suatu rantai nilai, kontribusinya sekitar 55%.

Meningkatnya kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tidak terlepas dari upaya pemerintah yang terus mendorong peningkatan produksi pangan, terutama komoditas-komoditas strategis.

Upaya tersebut dilakukan di antaranya melalui peningkatan luas tambah tanam (LTT), serta pemberian berbagai bantuan prasarana dan sarana pertanian. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eko Suprihatno
Berita Lainnya