Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik Freddy Tulung (kedua dari kiri) tengah memberi paparan saat briefing persiapan peringatan 60 tahun KAA di Bandung, Jumat (27/2)(MI/BUDI MULIA)
PERSIAPAN peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) yang akan diadakan di dua kota, yaitu Bandung dan Jakarta, pada 19-24 April 2015 mendatang, terus dilakukan pemerintah pusat dan daerah yang akan menyambut para tamu negara.
Persiapan tidak hanya menyentuh bidang infrastruktur kota penyelenggara, khususnya Kota Bandung, yang akan menjadi puncak acara peringatan KAA tersebut. Hal-hal lain yang kelihatannya sepele, tapi sebetulnya amat penting, seperti kelancaran urusan para jurnalis peliput perhelatan KAA serta materi peliputan, juga terus disiapkan dengan serius oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
Demi persiapan yang mumpuni di bidang publikasi tersebut, pada Jumat (27/2) hingga Sabtu (28/2), Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik Freddy Tulung melakukan briefing persiapan bersama Kementerian Luar Negeri, Sekretariat Negara, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres), dan jajaran humas Provinsi Jawa Barat serta Kota Bandung, di Hotel Ibis Braga, Bandung.
Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai rencana pembuatan tiga ring untuk para awak media peliput. Pada setiap ring nantinya akan dipersiapkan media center untuk kebutuhan peliputan, dan setiap ring ditentukan dengan tanda pengenal (ID card) khusus.
Ring 1 khusus untuk jurnalis kepresidenan (VVIP), yang bisa masuk ke dalam Gedung Merdeka, tempat diadakannya acara puncak peringatan Konferensi Asia Afrika.
Ring 2 'bermarkas' di Hotel Ibis Braga dan bekas Bioskop New Majestic yang terletak di Jalan Braga Pendek. Adapun Ring 3 terletak masih di Jalan Braga, yaitu di bangunan bekas Perusahaan Gas Negara (PGN) yang jaraknya sekitar 300 meter dari Gedung Merdeka.
Menurut Freddy, pengaturan ring bagi media itu untuk memudahkan para jurnalis memberikan gambaran suasana acara perhelatan akbar KAA dari segala sudut suasana di sekitar pusat acara.
"Di setiap ring kita siapkan semua kebutuhan para awak media, baik itu dalam bentuk tayangan ataupun rilis berita. Dengan begitu, semua momen acara nanti bisa tersiarkan," jelasnya.
Diperkirakan, jurnalis yang akan datang untuk meliput peringatan 60 tahun KAA berjumlah ratusan orang. Hal itu mengingat undangan yang disebar pihak Kemenkominfo ditujukan untuk 109 negara dan 25 observer (pengamat).
"Akan tetapi, kita membatasi jurnalis yang datang meliput, yaitu hanya 600 orang saja, dengan rincian 200 jurnalis asing dan 400 jurnalis dalam negeri," imbuh Freddy.
Pembatasan jumlah personel media ini, terangnya, merupakan hasil koordinasi dan kajian antara pihak Kemenkominfo dan seluruh media yang nanti terlibat dalam peliputan dan pemberitaan.
Daftar online Lebih lanjut Freddy mengharapkan demi lebih tertibnya suasana peliputan, setiap media massa hanya mengirimkan dua jurnalis saja. Namun, ia mengaku, pihaknya juga sudah mengantisipasi seandainya terjadi kelebihan permintaan jurnalis yang diturunkan dari setiap media masa. ID card tambahan bisa diberikan tetapi tetap tidak bisa masuk ke area pusat (Ring 1) dan hanya dapat di Ring 2 dan Ring 3.
"Dengan pembatasan dan pemberian tanda pengenal (ID card media) sesuai dengan wilayah (ring), nanti dalam pelaksanaan pihak Paspampres (keamanan) bisa lebih ringan dalam hal pengawasan terhadap awak media, karena jangan sampai jadi konsumsi berita buruk di luar (pemberitaan luar negeri) soal gelaran akbar ini," jelasnya
Menurut Freddy, selama ini sering terjadi gesekan akibat kurangnya pemahaman dalam hal keamanan dan pemberitaan, juga terjadinya kesalahpahaman dalam hal pengamanan yang ketat oleh keamanan pejabat negara, yang memicu munculnya pemberitaan miring di media. Hal seperti itu, kata Freddy, sedapat mungkin akan dihindari dengan melakukan antisipasi sejak awal oleh panitia penyelenggara acara akbar tersebut.
Selain itu, untuk meminimalisasi masuknya media yang tidak jelas, Kemenkominfo menyatakan pihaknya hanya akan menerima pendaftaran secara online. Karena itu, kementerian berharap ada kerja sama dan koordinasi dari pihak Humas Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bandung untuk tidak sembarangan memberikan ID card peliputan.
"Semua jurnalis yang datang nanti untuk meliput diwajibkan daftar melalui online dengan membuka alamat email www.aacc2015.id. Di sana akan ada form isian yang harus jurnalis lengkapi," tutup Freddy.